Kasus Covid-19 Membeludak! Walikota Gunungsitoli Terbitkan SE

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, terus meningkat. Hingga kini, setidaknya 1923 warga terkonfirmasi positif, 1447 sembuh, 48 meninggal dunia, serta 428 menjalani perawatan/isolasi.

Maka untuk menekan angka penyebaran, Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400/5631/KESRA/2021 tentang pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, Walikota dengan tegas membatasi, dan melarang sejumlah kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kerumunan.

Surat edaran Walikota itu berisi 13 poin himbauan, diantaranya:

1. Restoran, tempat penjual makanan minuman, dan Cafe dapat menjalankan aktivitas dengan ketentuan buka hingga pukul 23:00 Wib malam. Tidak melaksanakan live musik, karaoke atau hiburan lain. Tidak melayani pengunjung yang tidak menggunakan masker. Membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas tempat usaha dengan mengatur jarak tempat duduk minimal 1 meter. Menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi sabun dan tisu. Mewajibkan karyawan memakai masker.

2. Toko, minimarket, dan warung kelontong dapat menjalankan aktivitas dengan ketentuan buka hingga pukul 23:00 Wib malam. Tidak melayani pengunjung yang tidak menggunakan masker. Membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas tempat usaha dengan wajib menerapkan pengaturan jarak antrian minimal 1 meter. Menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi sabun dan tisu. Mewajibkan karyawan memakai masker.

3. Objek wisata, museum, ruang terbuka hijau, ruang publik, dan tempat rekreasi lainnya dapat menjalankan aktivitas dengan ketentuan buka hingga pukul 20 Wib malam. Menjaga higiene dan sanitasi seluruh area dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih atau desinfektan. Tidak melayani pengunjung yang tidak menggunakan masker. Membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas tempat usaha. Menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan tisu. Mewajibkan karyawan memakai masker.

4. Kegiatan di tempat rumah ibadah dilaksanakan secara virtual namun jika secara tatap muka maka jumlah umat yang beribadah dibatasi maksimal 30% dari kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin sebelum dan sesudah selesai kegiatan ibadah. Melaksanakan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk. Menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan tisu. Menerapkan pengaturan jarak antrian dan tempat duduk minimal 1 meter. Mewajibkan umat memakai masker. Pelaksanaan kegiatan lain selain ibadah tidak diperkenankan.

5. Perguruan tinggi, SMA, SMK, SMP, SD,  TK, dan PAUD tidak diperkenankan melaksanakan belajar tatap muka selain belajar dari rumah (Daring).

6. Kegiatan pesta pernikahan tidak diperkenankan.

7. Tempat karaokean, Pub, dan hiburan malam tidak diizinkan buka.

8. Kegiatan prosesi penguburan jenazah non Covid-19 dilaksanakan dengan protokol kesehatan, serta menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak termasuk pada saat acara syukuran.

9. Hidangan yang disajikan pada setiap acara tidak diperkenankan dalam bentuk prasmanan.

10. Pelanggaran terhadap surat edaran ini dikenakan denda sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 28 tahun 2001 tentang perubahan kedua atas Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 30 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru, produktif, dan aman corona virus disease 2019 di Kota Gunungsitoli.

11. Pembatasan kegiatan sebagaimana pada angka 1 dan 9 berlaku sejak 11 Agustus 2021 hingga 25 Agustus 2021. Serta akan ditinjau kembali sesuai hasil evaluasi perkembangan Covid-19 di Kota Gunungsitoli.

12. Dengan dikeluarkannya surat edaran ini maka surat edaran Walikota Gunungsitoli Nomor 400/5251/KESRA/2021 tanggal 27 Juli 2021 tentang pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kota Gunungsitoli dicabut dan tidak berlaku.

13. Camat diminta agar meneruskan surat edaran ini kepada kepala desa di wilayah masing-masing. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini