Tuahman Purba Sesalkan Disdiksu Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Alokasi DAK Untuk Sekolah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut) menyesalkan Dinas Pendidikan (Disdik) yang terkesan menutupi data otentik tentang laporan penggunaan dana alokasi khusus (DAK) yang disalurkan ke SMA/SMK Negeri khususnya di Kota Medan. 

Hal ini dikarenakan, kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut dr Tuahman Franciscus Purba, saat kunjungan kerja ke daerah pemilihan Sumut II yakni Kota Medan yang meliputi 10 kecamatan, pihaknya meninjau SMA/SMK negeri yang menerima DAK, dan meminta dokumen otentik tentang bantuan tersebut. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada temuan dalam penyalurannya. 

"Ketika kita minta dokumen tersebut, Disdiksu tidak bisa menunjukkan apalagi memberikannya kepada kami sebagai wakil rakyat," katanya kepada wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (15/7/2021). 

Tuahman menambahkan bahwa terdapat 9 sekolah negeri tingkat atas yang menerima DAK yang penggunaannya untuk pembangunan ruang kelas dan mobiler. 

"Kita tidak tahu apakah DAK ini benar-benar diterima oleh sekolah atau tidak. Selain untuk pembangunan ruangan, peruntukannya juga untuk mobiler karena itu sangat diperlukan saat ini bagi siswa dan guru ditengah Pandemi. Tapi kita sangat menyayangkan Disdik Sumut sampai saat ini tidak memberikan data tersebut. 

Tuahman juga mengungkapkan bahwa sebagai wakil rakyat, pihaknya hanya ingin memastikan bahwa 9 sekolah tersebut benar-benar mendapatkan alokasi DAK itu sehingga bisa dimanfaatkan oleh sekolah untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. 

"Harapan kita ada bukti tertulis bahwa setiap SMA/SMK negeri di Sumut benar mendapatkan alokasi DAK sehingga bisa dimanfaatkan untuk proses pendidikan dan pengajaran selama Pandemi," paparnya. 

Politisi senior Partai NasDem ini juga mengingatkan kepada Kadisdik Sumut Prof Syaifuddin bahwa kinerja di instansi yang dipimpinnya tidak hanya sekedar menaikkan mutu pendidikan saja, tapi masih banyak persoalan pendidikan yang harus dibenahi. 

"Maksimalkan waktu untuk bekerja dan berkoordinasi baiklah dengan DPRD. Tidak bisa jalan sendiri," cetusnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini