Terkait PPDB di Labuhanbatu, Kacabdis : Panggil Lah Anak Yang Tidak Lulus Itu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Rantauprapat Jumadi Spd, MM

dailysatu.com -
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021 di SMA Negeri I Kecamatan Rantau Selatan (Ransel), Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) terus menjadi sorotan berbagai sejumlah elemen masyarakat.

Karena adanya dua siswa dengan alamat Kartu Keluarga (KK) yang sama saat mendaftar di SMA Ransel itu malah ada yang tidak Lulus.

Padahal dari petunjuk teknis yang ditetapkan kepala Dinas Pendidikan Sumut Nomor 421.3/4095/SUBBAG.UMUM/V/2021, tentang penerimaan PPDB diantaranya Jalur zonasi berdasarkan alamat Kartu keluarga yang ada.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Rantauprapat Jumadi Spd, MM saat di Konfirmasi diruang kerjanya mengatakan pihaknya melakukan seleksi pada siswa yang mengikuti PPDB dari jalur Zonasi berpanduan kepada goegle maps.

"Ya itu lah buktinya kalau si anak tidak lulus berdasarkan Google meps. Jaraknya jauh antara yang lulus dengan yang tidak,"kata Jumadi, Selasa (13/7/2021).

Lebih lanjut kata Jumiadi, meski ketentuan ada yang mengatur adanya KK, namun Google meps berkata lain.

"Kalau tidak beginilah panggil lah anak yang tidak lulus itu biar saya telepon kepala sekolahnya, biar masuk lagi dia ke sekolah itu," pinta Jumadi.

Saat diisinggung wartawan, kenapa tim veripikasi sekolah pada proses PPDB tidak meneliti ulang data siswa setelah memasukkan data basenya ke aplikasi sekolah, Jumadi tidak menjawabnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya,  dua siswa yang mengikuti PPDB di SMA Negeri I tersebut yang alamatnya berdasarkan kartu keluarganya sama, namun KK yang berbeda yang satunya malah tidak lulus.

Siswa yang berinisial NA, berjarak 964 meter dan GB Tagatorop berjarak 4066 meter. Padahal, alamat keduanya berdasarkan Kartu keluarga sama namun hanya KK yang berbeda.(ds/Zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini