SPAM Rp 46,9 Miliar Untuk Kebutuhan Air Minum Warga Dibangun di Taput

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Proyek pembangunan prasarana dan sarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menggunakan sumber air baku, berbiaya Rp 46,9 Miliar dari dana APBN tahun 2021, dibangun di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat di tiga Kecamatan di Taput.

Pembangunan SPAM tersebut, merupakan hasil permohonan Bupati Taput, Nikson Nababan, kepada Dirjen Sumber Daya Air dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada Juni 2020 lalu. Dimana Bupati Taput mengatakan, masih terjadi krisis air minum di tiga Kecamatan, yaitu Tarutung, Sipoholon, Siatas Barita.

Hal itu disebabkan kapasitas produksi air dari PDAM Mual Natio sebagai BUMD yang melayani kebutuhan air minum di Taput, hanya dapat melayani 50 persen pelanggan secara optimal.

"Dari hasil survey kita, sungai Aek Butar di Kecamatan Sipoholon dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku yang dapat membantu kapasitas produksi air PDAM Mual Natio untuk melayani kebutuhan air di tiga kecamatan tersebut," kata Bupati Taput.

Direktur PDAM Mual Natio, Lamtagon Manalu, kepada dailysatu.com, Rabu (21/07/2021) mengatakan, berdasarkan permohonan Bupati Taput, sekarang SPAM tersebut masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan akan selesai tahun ini.


Dijelaskan Lamtagon Manalu, sumber air baku dari sungai Aek Butar di Dusun Tapian Nauli, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, diharapkan menghasilkan air 50 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kecamatan Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita.

Namun, untuk bisa langsung dinikmati oleh masyarakat, nantinya juga akan dibangun Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air, yaitu sistem yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu agar bisa dikonsumsi masyarakat.

Saat ini, kata Lamtagon Manalu, sumber air yang dikelola PDAM Mual Natio di tiga kecamatan ini, adalah 3 di Sipoholon, 11 di Tarutung dan 1 di Siatas Barita. Sehingga ia berharap dengan berdirinya SPAM ini, mampu untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi 15 ribu pelanggan di kecamatan tersebut.

Sementara, Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Reservoir 1 berada di Kecamatan Sipoholon dan Reservoir 2 berada di Kecamatan Tarutung dengan debit sebesar 50 liter per detik.

Pantauan dailysatu.com di lokasi, saat ini pihak kontraktor PT Karya Dulur Saroha, masih dalam tahap pengerjaan Intake Air Baku dari sumber air sungai Aek Butar, dan pengerjaan pipa transmisi dari Intake ke Reservoir 1 di Sipoholon sampai ke Reservoir 2 di Tangsi, Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini