Soal Tender Jalan Provinsi Ruas Parsoburan, Mahali Sumut Sebut Gubernur "Kecolongan"

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Dewan Pimpinan Wilayah Jaring Mahasiswa LIRA Sumut gelar demo di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, terkait dugaan pengkondisian pemenangan tender Pekerjaan Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Provinsi ruas Parsoburan. Yakni, batas Labuhan Batu Utara di Kabupaten Toba Samosir tahun 2021.

"Sesuai dengan surat inspektorat Pemprov Sumut yang ditujukan kepada LKPP RI Direktur Penanganan Permasalahan Hukum bahwa, Inspektorat telah melakukan pemeriksaan khusus berkenaan dengan hasil pemeriksaan tersebut disarankan kepada PA atau KPA," kata Ketua DPW Jaring Mahasiswa LIRA Sumut, Ajie Lingga, Kamis (8/7/2021), dalam orasinya.

Dia mengatakan, berdasarkan surat tersebut tender gagal atas paket pekerjaaan yang dimaksudkan serta memerintahkan Pokja 001 untuk melakukan evaluasi penawaran ulang.

Namun pihaknya menduga, Pokja 001 tidak menjalankan hasil pemeriksaan Inspektorat Sumut dan proyek pekerjaan tersebut tetap berjalan.

"Tentu ini dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan oleh Pokja 001 dikarenakan tidak menjalankan rekomendasi hasil pemeriksaan Inspektorat Sumut yang menyatakan tender gagal dan memerintahkan Pokja 001 melakukan evaluasi penawaran ulang pada paket pekerjaan tersebut," ungkapnya.

Maka dari itu sebut Ajie, Mahali Sumut meminta Gubsu agar memanggil seluruh Pokja 001 yang terlibat dalam pelaksanaan tender tersebut.

Pihaknya menduga Gubernur Sumut telah kecolongan, karena tindakan Pokja 001 tidak mencerminkan visi misi pemerintahan yang bermartabat.

Pihaknya pun meminta kepada DPRD Sumut agar memanggil Pokja 001 dan Dinas terkait serta menelusuri terkait permasalahan tersebut.

Sementara itu, Kabag Tata Laksana Biro Organisasi Pemprov Sumut Sutarman menjelaskan, Gubsu tidak bisa merespon langsung aksi tersebut karena ada kegiatan lainnya.

"Aspirasinya akan kami tampung dan dibuat nota dinas untuk ditindaklanjuti kepada Gubernur Sumut. Intinya aspirasi kami terima setelah itu kami buat laporan ke pimpinan," tutupnya.(ds/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini