Sidang Terdakwa Abas Salim Berlangsung Tegang

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Sidang terdakwa Abas Salim yang di pimpin Majelis Hakim yang diketuai Denny L Tobing, SH, MH saat di ruang sidang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan Selasa (6/7/2021) berlangsung tegang. Pasalnya saat sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan dari saksi korban tampak beberapa kali penasehat hukum dari terdakwa Abas Salim di tegur oleh salahsatu anggota Majelis Hakim, Donna Pasaribu, SH, MH.

Penasehat Hukum terdakwa bolak balik di peringati oleh hakim anggota Donna Pasaribu agar tidak memberi pertanyaan dengan rumit. 

"Kamu nanya nya jangan seperti Polisi, kamu itu penasehat hukum, dia ini saksi. Kalau kamu tanya tentang dakwaan dia gak ngerti, karena yang buat dakwaan Jaksa bukan saksi," ungkap anggota Majelis Hakim Donna.

Nah saat mendengarkan keterangan saksi Yoel Salim Majelis Hakim kembali menegur penasehat hukum terdakwa dan menjelaskan bahwa saksi merupakan korban.

"Dia ini korban loh," kata Hakim Donna.

Setelah mendengarkan keterangan dari saksi, terdakwa yang ditanya ketua Majelis Hakim, Denny L Tobing membenarkan keterangan dari saksi.

Sementara diluar persidangan Rustam Hamonangan Tambunan, SH selakau penasehat hukum terdakwa mengatakan kalau perdamaian senilai Rp 300 juta tidak masuk akal. Sebab menurutnya kerusakan hanya penyok saja.

"Tidak sesuai Rp 300 juta, masak kabel harganya Rp 100 juta, kabel apa itu?.Seharusnya prosedurnya itu perintah penyidik baru pinjam pakai. Supaya gak di modifikasi kerusakan itu, bukan pinjam pakai barangnya ntah kemana mana. Ini yang pinjam pakai itu dari pihak ketiga bukan dari penyidik," ucap Rustam Hamonangan.

Selain itu Rustam juga menegaskan kalau hakim anggota yang beberapa kali tampak menegurnya saat sidang berat sebelah.

Mengutip dakwaan JPU Chandra Priono Naibaho, bahwa pada hari Selasa tanggal 15 September 2020 sekira pukul 13.10 wib, terdakwa Abas Salim mengendarai Mobil CR-V Warna putih milik terdakwa dimana terdakwa baru selesai memperbaiki kaca spion mobilnya miliknya. Selanjutnya terdakwa pergi pergi ke Pajak Petisah yang terletak di Jalan Medan Baru III No. 26 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah dengan tujuan membeli baju tidur, dimana kondisi terdakwa pada saat itu dalam keadaan mengantuk namun terdakwa tetap mengemudikan mobil CR-V Warnaputih miliknya meskipun kondisi terdakwa dalam keadaan mengantuk. 

Selanjutnya pada saat melintas di Jalan Kota Baru III No.26 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah tepatnya di depan Bank BCA Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, terdakwa yang dalam keadaan mengantuk sambil mengemudikan mobil sehingga tidak fokus dalam mengemudikan mobil yang dikendarainya yang mengakibatkan terdakwa menabrak1 unit Mobil Xenia warna hitam Metalik milik saksi David Panjaitan yang terpakir dijalan tersebut.

Kemudian terdakwa yang tersadar telah menabrak mobil Xenia warna hitam Metalik yang terpakir dijalan tersebut, kemudian langsung menginjak rem mobil yang dikendarainya namun karena tidak focus yang terdakwa pijak adalah gas mobil. Sehingga mobil yang dikendarai terdakwa melaju bukan berhenti sehingga menabrak beberapa mobil yang terpakir dijalan tersebut yaitu 1 unit Mobil Agya warna abu-abu metalik, 1 unit Mobil Toyota Kijang Innova, 1 unit Mobil Honda CR-V warna abu-abu Metalik dan 1 unit Mobil Toyota Fortuner Warna Hitam Metalik. 

Kemudian saksi korban David Panjaitan, saksi korban Bella Permatasari Br. Simbolon, saksi korban Ng. Jani dan saksi korban Wilson Widodo serta saksi korban Yoel Salim yang melihat mobil milik para saksi korban mengalami kerusakan akibat ditabrak oleh mobil yang dikendarai terdakwa lalu melaporkan perbuatan terdakwa ke kantor Kepolisian Polsek Medan Baru. 

Bahwa akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan 1 unit Mobil Xenia warna hitam Metalik mengalami kerusakan pada bumper depan hancur, lampu depan pecah, dan 1 unit Mobil Agya warna abu-abu metalik mengalami kerusakan pada bumper depan sebelah kiri lepas, pintu samping kiri penyok, bodi sebelah kiri lecet, 1 unit Mobil Toyota Kijang Innova mengalami kerusakan pada pintu belakang penyok, bumper belakang pecah dan lepas dan 1 unit Mobil Honda CR-V warna abu-abu Metalik mengalami kerusakan bagian depan penyok, bagian belakang bumper lepas dan 1 unit Mobil Toyota Fortuner Warna Hitam Metalik mengalami kerusakan pintu samping depan dan belakang sebelah kanan dan kiri penyok dan rusak dan pedal rusak.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 ayat (2) UU RI No.22/2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkut Jalan atau Pasal 311 ayat (1) UU RI No.22/2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkut Jalan atau Pasal 310 ayat (1) UU RI No.22/2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkut Jalan.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini