Polisi Pembunuh Dua Gadis Belawan, Istri Terdakwa Mengaku Diancam Pakai Keris

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Sidang lanjutan perkara pembunuhan oleh oknum polisi yang dipimpin Majelis Hakim yang ketuai Hendra Utama Sutardodo, SH, MH beragendakan mendengarkan keterangan  saksi yang merupakan istri terdakwa.

Dalam keterangan istri terdakwa saat di ruang sidang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/7/2021) menyebutkan bahwa saksi pernah melihat terdakwa membawa kedua korban ke rumah pada Sabtu 20 Februari sekira pukul 17.00 wib menggunakan mobil Xenia warna Silver. 

Saksi juga mengatakan kalau sebelum sampai terdakwa di rumah dirinya terlebihdahulu ditelpon oleh terdakwa untuk membukakan pintu pagar rumah. Atas perintah suaminya, saksi membukakan pintu pagar. Setelah mobil masuk, terdakwa membuka pintu tengah. Selanjutnya saksi melihat kedua korban satu persatu dibopong terdakwa masuk kerumah dengan kondisi wajah di lakban, tangan dilakban. 

Namun ketika saksi bertanya kepada terdakwa siapa kedua korban yang dibopong, terdakwa mengancam saksi pakai keris. 

"Jangan banyak tanya kamu, kamu mau saya bunuh juga," ucap saksi menirukan ucapan terdakwa.

Kemudian saksi masuk kedalam kamar, lalu beberapa saat terdakwa keluar bertemu dengan saksi. Ketika kembali ditanyak saksi, terdakwa menyuruh saksi masuk kamar. Selanjutnya pintu kamar dikunci dari luar. Setelah pulang dari piket sekira pukul 7 pagi terdakwa membuka pintu kamar lalu menyuruh saksi mandi dan siap - siap akan diajak jalan-jalan.

Selanjutnya saksi disuruh membuka pagar lalu disuruh masuk kedalam mobil. Didalam mobil saksi melihat ada kedua orang yang dibawa terdakwa tadi. Posisi kedua orang tersebut terlihat tidur. Lalu terdakwa menyetir mobil keliling- keliling kota Medan dan akhirnya menuju ke Perbaungan, kemudian sekira pukul 20.00 wib ditempat sepi, terdakwa keluar dari mobil. Lalu mengeluarkan satu orang lalu pergi menuju batang kuis. Sampai didekat sungai terdakwa membuang hp milik korban. 

Kemudian pergi menuju kearah Brayan, sekira pukul 01.00. wib ditempat sepi, kembali terdakwa membuang korban satu laginya. Setelah itu saksi dan terdakwa pulang kerumah, sambil mengancam saksi, kalau cerita sama orang lain akan dibunuh". 

Selanjutnya dua hari kemudian datang polisi dari polres dan Polda Sumut untuk menjemput terdakwa. Saksi diberitahu pihak kepolisian bahwa terdakwa melakukan Pembunuhan terhadap kedua korban setelah beberapa hari kemudian.

Sementara saksi Rico Adrian, Romboy di hotel Alam Indah di Jalan Jamin Ginting menerangkan, Sabtu 20 Februari terdakwa datang mengemudikan mobil Xenia warna silver sekira pukul 17.00.wib. Kemudian Terdakwa meminta kamar ber AC dan TV, dan saksi mencari kamar yang dipesan terdakwa. 

Setelah menemukan kamar yang dimaksud terdakwa diarahkan masuk ke kamar tersebut. Selanjutnya Rico mengarahkan parkir mobil kedepan kamar. Menurut Rico didepan kamar ada teras untuk parkir. Rico juga menerangkan kalau terdakwa didalam kamar sekitar 2 jam. Sesuai cctv diluar untuk melihat orang keluar masuk, saksi melihat terdakwa keluar meninggalkan hotel.

Setelah mendengarkan keterangan kedua saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini