Merasa Tak Adil, Anwar Tanuhadi Ajukan Banding

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Dijatuhi hukuman oleh Hakim PN Medan selama 3 tahun, Anwar Tanuhadi ajukan Banding. Menurut Anwar Tanuhadi melalui tim penasehat hukumnya Dr. Radhitya Yosodiningrat didampingi Dr. S. Ragahdo Yosodiningrat putusan Majelis Hakim tidaklah adil.

"Kita Hormati putusan majelis hakim yang telah menghukum terdakwa 3 tahun penjara. Namun terhadap putusan hakim tersebut kami telah mendaftarkan banding ke Pengadilan Negeri Medan. Alasan banding terhadap putusan hakim tersebut, karena klien kami merasa tidak adil baginya dengan vonis majelis hakim tersebut," ucap Dr. Radhitya.

Selain itu, Dr. Radhitya juga mengatakan kalau putusan yang dijatuhi Majelis Hakim kepada kliennya itu tidaklah wajar.

"Bahkan kami selaku Penasehat Hukum Anwar Tanuhadi juga tidak sependapat atas hukuman 3 tahun penjara terhadap klien kami itu tidaklah wajar," tegas Radhitya saat dikonfirmasi, melalui pesan wahtsappnya, Selasa (6/7/2021). 

Raditya juga menjelaskan, bahwa dalam persidangan dari keterangan saksi - saksi baik Joni Halim (korban -red) yang dihadirkan JPU maupun saksi Adecharge, tak satupun yang menyatakan terdakwa Anwar Tanuhadi meminjam uang kepada Joni Halim.

Tak hanya itu, Radhitya juga menyebutkan bahwa dipersidangan saksi korban Joni Halim mengatakan kalau Octoduti dan Albert yang datang kerumahnya mengatakan ada seseorang mau meminjam uang sebanyak Rp 4 miliar dan akan dikembalikan Rp 6 miliar.

Kemudian Joni Halim memberikan uang tersebut kepada saksi Octoduti dan Albert. Kemudian oleh Octoduti dan Albert uang Rp, 4 miliar tersebut diberikan kepada Dadang Sudirman dan Diah Respati (Petti) disuatu tempat Jakarta.

"Disini jelas diketahui bahwa sejak pinjam - meminjam uang terhadap Joni Halim, terdakwa Anwar Tanuhadi tidak ada hubungannya sama sekali. Bahkan saat penyerahan uang Rp 4 miliar dari Octoduti dan Albert terhadap Dadang Sudirman dan Diah Respati (Petti) juga terdakwa Anwar tidak berada disana," terang Radhitya.

"Nah nama terdakwa Anwar Tanuhadi disebut - sebut setelah Dadang Sudirman dan Diah Respati tidak dapat mengembalikan uang saksi korban Joni Halim. Sehingga Diah Respati memperkenalkan kepada Octoduti dan Albert serta Dadang Sudirman Seorang bos besar (terdakwa-red) memiliki plapon tinggi di bank. Dalam perkenalan tersebut, Diah Respati menyebutkan kalau terdakwa bisa membantu pencairan uang ke bank untuk membayarkan hutang mereka kepada Octoduti dan Albert. Diah Respati  menjaminkan sertifikat PT Cikarang Indah yang diakuinya milik keluarga Diah," jelas Radhitya.

Setelah dilakukan pengecekan sertifikat tersebut ke BPN oleh terdakwa Anwar Tanuhadi. Ternyata sertifikat PT. Cikarang Indah bukan milik keluarga Diah Respati melainkan milik orang lain. 

"Kita akan jelaskan semuanya dan seterang - terangnya dalam Nota Banding kami. Semoga majelis hakim banding nantinya memberikan putusan yang adil - seadilnya buat Terdakwa Anwar Tanuhadi," ungkap Radhitya.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini