Kontras Gandeng Jurnalis Kab. Dairi Tentang Pemahaman HAM

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara menggelar diskusi bersama para jurnalis di Kabupaten Dairi, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Oval Coffe Sidikalang, forum diskusi terbatas ini dimaksudkan untuk mendorong para jurnalis daerah agar lebih sadar akan isu-isu hak asasi manusia di wilayahnya.

Jurnalis, setidaknya memiliki dua peran dalam konteks Hak Asasi Manusia. Pertama, peran pendikan melalui tulisan dan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat. Kedua, peran monitoring melalui pemantauan kinerja Negara dalam melaksanakan kewajibannya. Demikian disampaikan Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam. 

Menurut Amin, kedua peran penting tersebut menjadikan jurnalis tidak ubahnya sebagai pembela HAM, atau dalam istilah nya disebut Human Rights Defenders (HRDs).

“Sebagai pembela HAM, maka sudah semestinya para jurnalis memiliki pemahaman yang baik soal isu HAM. Itu pula yang menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan ini kita laksanakan,"kata Amin.

Amin menambahkan, seorang pembela HAM setidaknya harus memahami beberapa konsep dasar dari HAM itu sendiri. Salah satunya seperti nilai, instrumen (nasional maupun internasiona), mekanisme pengawasan serta penyelesaian kasus-kasus HAM. 

“Memahami HAM tidak semudah yang diucapkan. Kadang di lapangan, kata HAM lebih sering kita gunakan tanpa kita pahami arti dan konsepnya secara utuh”tegasnya. 

Sebagai contoh, Amin dalam diskusi tersebut menjelaskan tentang apa sesungguhnya pelanggaran HAM itu. Dari paparannya, pelanggaran HAM berbeda dari pelanggaran pidana biasa. Dalam konteks pelanggaran HAM, selalu ada kaitan dengan peran Negara yang gagal dalam menjalankan tugasnya untuk Melindungi, Menghormati dan Memenuhi HAM. 

“Dalam Negara, melekat wewang dan kekuasaan. Sehingga dalam konteks HAM, Negara merupakan pemangku kewajiban. Adapun individu/masyarakat merupakan pemangku hak. Itulah mengapa Pelanggaran HAM hanya dapat dilekatkan pada Negara” Tegas Amin 

Sorotan lain diberikan kepada maraknya peristiwa kekerasan dan ancaman yang dialami para jurnalis di daerah. Dalam catatan KontraS, dalam tiga bulan terakhir ini setidaknya mereka mencatat 6 kasus kekerasan.

“Belum hilang dari ingatan bagaimana seorang jurnalis di Siantar ditembak hingga meninggal, semalam kita juga baru dapat kabar seorang jurnalis di Medan disiram air keras,"jelas Amin.

Menurutnya, angka kekerasan yang tinggi terhadap jurnalis di Sumatera Utara menunjukan ada yang salah dalam pers kita. Apakah itu soal sistem keamanan kerja jurnalis, memburuknya kebebasan pers kita atau justru ada faktor ketidakprofesionalan, baik secara individu, kelembagaan maupun perusahaan media. 

Tidak hanya pemaparan dari KontraS, diskusi juga dilanjutkan dengan banyak menggali informasi dari rekan-rekan jurnalis di Kabupaten Dairi. Salah satunya seputar tantangan dan kendala yang selama ini dihadapi dalam melakukan peliputan kasus-kasus HAM selama ini. 

Tidak hanya itu, diskusi ini juga menjadi ajang bagi kontraS dalam meminta tanggapan dari para jurnalis tentang bagaimana situasi HAM di Dairi. Dari diskusi tersebut, para peserta masing masing memaparkan situasi dan fakta-fakta lapangan yang selama ini mereka ketahui.

Menurut rekan – rekan jurnalis, ada begitu banyak pelanggaran HAM di Kabupaten Dairi. Tinggal lagi bagaimana komitmen kita bersama, baik itu jurnalis maupun masyarakat sipil dalam melakukan advokasi di Kabupaten Dairi.

“Justru kami hari ini mengajak KontraS untuk bersama-sama mengadvokasi kasus HAM di Dairi, komitmen itu yang kami perlu,"ucap salah seorang jurnalis peserta kegiatan.

Selain itu, jaringan jurnalis di daerah juga memberikan masukan pada KontraS dalam berbagai aspek yang perlu dikuatkan. Mulai dari pelatihan teknis peliputan kasus-kasus HAM hingga menguatkan perlindungan keamanan digital yang saat ini penting dikuatkan. 

Adapun kegiatan ini berlangsung atas kerjasama KontraS dan DPC GMNI Kabupaten Dairi. Firman Lingga, ketua DPC GMNI Kabupaten Dairi menegaskan sangat mendukung kegiatan ini. 

“Kami sangat mengapresiasi Kontras Sumut telah mengadakan diskusi untuk memperkuat peran jurnalis dalam isu HAM. Harapannya jurnalis di Kabupaten Dairi lebih peka terhadap isu HAM. Mengingat hari ini hampir seluruh masyarakat Dairi melek hukum. Dan ke depannya kami siap bersinegrsi dengan Kontras Sumut untuk mendampingi kasus HAM yang ada di Dairi,"tandasnya (ds/hadi/hartono)

Share:
Komentar

Berita Terkini