Inspektorat Pemkab Labuhanbatu Diminta Audit Penggunaan Anggaran APBDes TA 2020 Desa S2 Dan S3

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Diminta Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu memeriksa pengunaan anggaran APBDes tahun anggaran (TA) 2020, yang wilayahnya didalam PT perkebunan kelapa sawit. Diduga ada keganjilan pada pengunaan APBDes di tahun anggaran 2020.

"Sebaiknya Inspektorat pemkab Labuhanbatu, mengaudit pengunaan APBDes tahun 2020. Khusus desa yang daerahnya berada di PT Perkebunan Kelapa sawit,"hal itu dikatakan Haris Nicon Tambunan Ketua LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Ada beberapa pengunaan anggaran APBDes Tahun 2020 yang menurut kami ada keganjilan, seperti anggaran di pos pertanian dan peternakan didesa S-3 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Anggaran itu dibelanjakan untuk membeli lembu betina dengan harga Rp 12.000.000 (Dua belas juta pereekornya, padahal lembu yang dibeli, lembu betina.

Sedangkan desa S-2 Aek Nabara di pos bidang pendidikan menggunakan anggaranya, untuk pembelian alat bermain anak yang diberikan kepada Paud/TK Warida yang berada di areal kebun PT SMA dan bukan milik atau aset desa.

Selain itu, desa S-2 juga mengangarkan anggaran APBDes tahun anggaran 2020 untuk merehab tiga unit sumur bor berikut lapangan futsal yang dibangun diatas areal HGU milik PT SMA ditahun 2019.

Terpisah, Tri Hartono Kades S3 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu menjawab wartawan menyebutkan, Desa S-3, membeli lembu betina dari Asahan, Rp 12 juta perekornya, itu sudah termasuk biaya transportasi. (ds/Zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini