Dugaan Kurupsi Rehab Sirkuit Tartan Atletik & Pembangunan Pabrik Es di UPT PPLP Tello Kembali Disoal

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Kasus dugaan korupsi di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Seakan menjadi “budaya” bagi para pejabat yang ada di Indonesia. Berbagai aturan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, nampaknya tidak memberi efek jera bagi para koruptor. 

Ungkapan itu disuarakan oleh puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Intelektual Muda & Masyarakat Anti Korupsi, dalam orasi yang disampaikan pimpinan aksi mereka, Jakirun Banchin, saat melakukan aksi demonstrasi, didepan Gedung DPRD Sumut, Kamis (9/7/20).

Menurut massa aksi, berbagai dugaan korupsi juga telah “menggerogoti” Sumatera Utara.  Slogan Sumut Bermartabat yang “dibumingkan” oleh Gubernur Sumatera Utara nampaknya sangat sulit  untuk diwujudkan jika dugaan praktek korupsi masih menggurita. 

Dalam aksinya beberapa dugaan korupsi yang disampaikan  massa aksi ialah, dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara. Dugaan korupsi tersebut terjadi pada pengerjaan proyek Renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumatera Utara senilai Rp. 4.797.700.000,00 Tahun Anggaran 2017.

Diketahui bahwa, kasus dugaan praktik korupsi tersebut telah di tangani oleh Polda Sumatera Utara. Dalam perjalanannya, Polda Sumatera Utara telah menetapkan beberapa orang tersangka pada kasus dugaan korupsi tersebut. Diantaranya PPK dan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Massa mengungkapkan, Pada kasus dugaan korupsi tersebut, Baharuddin Siagian yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).  Baharuddin Siagian sudah beberapa kali di panggil untuk dimintai keterangan oleh pihak Polda Sumatera Utara. Namun, hingga saat ini  Masih belum jelas juntrungnya status Baharuddin Siagian yang saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara.

" Berdasarkan fakta persidangan, Baharuddin Siagian juga diduga terlibat dalam kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Baharuddin Siagian diduga terlibat dalam persekongkolan jahat dan berperan sebagai oknum yang mengumpulkan serta membagikan grativikasi tersebut," beber massa dalam orasinya.

Selain itu Kasus dugaan korupsi lainnya yang mereka sampaikan ialah dugaan praktik korupsi di Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara, yaitu dugaan korupsi pada proyek Pembangunan Pabrik Es di UPT. PPP P.Tello dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.783.000.000,00. Proyek yang bersumber dari APBD tahun 2018 tersebut dikerjakan oleh PT. Cahaya Gumira Mandiri.

 Diduga pembangunan pabrik es tersebut tidak sesuai dengan bestek yang di anggarkan, sehingga di khawatirkan akan mengarah kepada kerugian keuangan negara.

Untuk itu massa meminta agar aparat penegak hukum untuk segera penjarakan seluruh oknum yang diduga terlibat dalam kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

" Mendesak aparat hukum untuk Segera menetapkan status Baharuddin Siagian yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi dalam renovasi  sirkuit Tartan Atletik PPLP Sumatera Utara senilai Rp. 4.797.700.000,00 Tahun Anggaran 2017," teriak massa dalam orasinya.

Mereka juga mendesak Gubernur Sumatera Utara agar segera mencopot Baharuddin Siagian, karena diduga terlibat pada partik dugaan korupsi pada proyek Renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumatera Utara, juga meminta DPRD Sumatera Utara segera memanggil dan meminta pertanggungjawaban Baharuddin Siagian  terkait dugaan korupsi tersebut.

" Kami juga mendesak Polda Sumatera Utara dan Kejati Sumatera Utara agar segera menangkap dan memeriksa Mulyadi Simatupang dan semua yang diduga terlibat terkait dugaan korupsi pada proyek Pembangunan Pabrik Es di UPT. PPP P.Tello dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.783.000.000,00," teriak massa. (ds/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini