Diduga PPDB Bermasalah, LSM RCW Akan Melaporkan Kepenegak Hukum

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Kepala sekolah SMA Negeri I Rantau Selatan
dailysatu.com - Pengiriman data Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, ke Dinas Pendidikan Sumut diduga 'Marbulut' (Kacau).

Pasalnya, calon siswa PPDB yang memberikan data melalui Online sesuai syarat yang diminta dengan mengirimkan ke sekolah malah terbilang dipermainkan. Parahnya lagi, PPDB yang mengirimkan syarat kepihak sekolah dengan alamat yang sama malah tidak diloloskan dengan alasan zona yang berbeda.

Ditelusuri wartawan atas Kartu keluarga yang berbeda namun alamat rumah yang sama di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan yang mendaftarkan diri bersama dengan temannya. Namun, diantara calon siswa yang mendaftar bersamaan alamat rumah 'sama' malah satu tidak lulus dalam PPDB itu.

"Aku tidak yakin alamat rumahnya sama, satu lulus satu lagi tidak. Coba lihat dulu kartu keluarganya, jangan berandai-andai saja,"ucap Yahya kepala sekolah SMA I Rantau Selatan, Kamis (8/7/2021) saat di Konfirmasi wartawan diruang kerjanya.

Menurutnya, pengimputan data sekolah dan dikirim ke dinas propinsi sesuai data yang dikirim PPDB ke pihak sekolah. Bila mana ada yang kurang, pihak kita akan menelepon yang bersangkutan agar diperbaiki sebelum dikirim kedinas.

"Apa yang dikirim ke-kita sesuai data PPDB itulah yang kita kirim, zonanya, propinsi yang akan menentukannya,"sebut Yahya.

Lebih lanjut Kasek itu mengatakan, dalam PPDB ada beberapa jalur yang telah ditetapkan sesuai juknis yang pertama Afirmasi 20 persen, Prestasi akademik 20 persen, Zonasi 50 persen perpindahan orang tua 5 persen Prestasi non akademik 5 persen. Kita lebih mengutamakan yang dekat, pendaftar 276 yang lulus 181 orang.

Terkait hal tersebut, Ketua LSM RCW Labuhanbatu Onasis Ompusunggu, SE saat diminta tanggapannya menyayangkan atas hal itu. "Mana mungkin orang tua mendaptarkan anaknya ke sekolah jika zonanya tidak memenuhi syarat. Lagi pula alamat rumahnya kan sama artinya zona sama dong,"sebut Onasis, Kamis (8/7/2021) di Rantauprapat.

Dia menilai dalam penginputan data sekolah kedinas propinsi diduga marbulut, atau sebaliknya pihak sekolah tidak mengirimkan data siswa kepihak propinsi.

"Kan pihak sekolah yang mengirim data PPDB ke propinsi, jadi merekalah yang tahu dikirim atau tidak," katanya.

Lanjut ketua LSM RCW Onasis Ompusunggu,SE dalam waktu dekat dirinya akan membuat laporan ke penegak hukum atas kasus ini, dirinya tertarik dengan persoalan ini, Kartu keluarga yang berbeda alamat yang sama namun PPDB ada yang lulus dan ada yang tidak lulus. (ds/zulharahap)

Share:
Komentar

Berita Terkini