Awalnya Bercanda, Senapan Angin Meletus di Leher Teman

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Awalnya hanya untuk bercanda, akhirnya membawa malapetaka. Kejadian ini dialami oleh seorang pemuda inisial EAS (20), warga Desa Sitompul Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara (Taput), karena menembak leher teman sendiri inisial RN (19), warga yang sama, menggunakan senapan angin.

Peristiwa ini terjadi, Sabtu (10/7/2021) pukul 08.00 Wib, di kamar rumah EAS. Kapolres Taput AKBP Muhammad Saleh SIK MM, melalui Kasubbag Humas Aiptu W Baringbing membenarkan peristiwa tersebut.

Dari hasil penyelidikan, kata Aiptu W Baringbing, pada saat itu RN dan satu orang temannya sebagai saksi mendatangi rumah EAS. Lalu mereka masuk ke dalam kamar dan mereka bertiga bercerita. Sambil bercerita, korban RN tidur-tiduran. 

Pelaku EAS kemudian mengambil senapan angin miliknya dan mengarahkan ke kaki korban sambil bercanda dan berkata "Bangun kau nanti kutembak kakimu". Korban dengan santai tidak mau bangun karena menganggap hal itu hanya bercanda dan senapannya tidak berisi peluru. 

Sampai tiga kali pelaku memainkan senapan anginnya kepada korban, namun yang keempat kalinya pelaku mengarahkan ke leher korban.

Tanpa disadari pelaku karena menganggap tidak berisi peluru, tiba-tiba senapan angin meletus dan mengenai leher korban.

Beruntung, tekanan angin senapan tidak begitu kuat sehingga peluru yang masuk di leher korban tidak begitu dalam. Pelaku, korban dan saksi terkejut melihat darah keluar dari leher korban. 

Mereka akhirnya membawa korban ke Puskesmas Siatas Barita, selanjutnya dirujuk ke RSUD Tarutung. Korban akhirnya dioperasi, saat ini kondisi korban sudah membaik dan masih dalam perawatan.

"Kejadian ini sempat ditutupi antara keluarga pelaku dan korban dan tidak melaporkan ke kita. Namun, dari informasi yang kita dapat, tim Reskrim meluncur ke TKP sehingga kita mendapat kejelasan," ujar Aiptu W Baringbing.

Pelaku dan barang bukti senapan angin saat ini sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengakuan pelaku, senapan tersebut dibeli empat bulan lalu dari salah satu situs belanja online. (ds/Bisnur Sitompul)

Share:
Komentar

Berita Terkini