Truk Angkat Kayu Milik PT. TPL Dihadang Gerilyawan Siantar

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Puluhan massa menamakan Gerilyawan Siantar melakukan aksi damai didepan gerbang kampus Universitas Simalungun Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar, Sabtu (05/06/2021) dengan menghentikan Truk jenis Fuso yang melintas dan membawa muatan kayu milik PT TPL.

Dofasep Hutahean orator gerilyawan menyampaikan, selama TPL berjalan dan Pembalakan liar dengan merusak Hutan terus menerus melakukan, akan tetap melakukan aksi turun ke jalan.  

"Pembalakan liar tetap dibiarkan, sehingga lingkungan hutan rusak. Perusahaan TPL masih tetap beroperasi, kami akan selalu mengkonsolidasi kan semua elemen untuk kembali turun kejalan," teriak dofasen.

Kordinator Aksi Arianto Sitorus menyampaikan, jika masyarakat khususnya masyarakat adat Batak gerah atas terjadinya pembiaran  Lingkungan Hutan yang akhirnya disebabkan kondisi longsor dan banjir. 

"Masyarakat adat Tano Batak sudah gerah akibat perampasan wilayah adat yang dilakukan oleh PT TPL, menimbulkan banyak dampak terhadap masyarakat.

Mengingat hak-hak masyarakat adat yang diakui dalam UUPA nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta perundang-undangan lainnya,"ungkapnya.

Dalam aksinya menyebutkan, sumber mata pencarian masyarakat adat di wilayah konsesi terus mengalami penurunan, karena kerusakan ladang pertanian dan gagal panen, kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih. 

"Tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan PT TPL telah melanggar perlindungan terhadap masyarakat adat, ihwal ini juga tertuang dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM,"bebernya.

Selanjutnya, Gerilyawan Siantar Menyampaikan Beberapa tuntutan, antara lain : 

1.Mendesak kementerian lingkungan hidup dan kehutanan agar segera menghentikan pemberian izin konsesi dan mencabut izin konsesi PT. TPL di Tano Batak.

2.Melakukan perbaikan serta pemulihan kawasan Tano Batak dan mengganti kerugian akibat kerusakan-kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini.

3.Mengembalikan hak masyarakat adat terhadap tanahnya.

4.Menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi maupun kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

5.Meminta pihak kepolisian untuk berpihak kepada rakyat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Namun, dilokasi aksi, terlihat 1 unit truk Fuso mengangkat kayu gelondongan yang di hentikan dan diduduki dengan mengibarkan bendera khas Bangsa Batak, sebagai bentuk peringatan agar segera bertindak mengatasi kerusakan lingkungan di Tanoh batak dan untuk segera menutup TPL. 

Sementara Kapolsek Martoba AKP Amir Mahmud, SH yang turut mengawal aksi massa Gerilyawan Siantar, yang berlangsung tertib, aman dan damai. (ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini