Sembari Sosper 6 2016, Bang Bayek Bersama Dinas P2K Praktikkan Cara Jinakkan Api

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Bang Bayek (berbaju biru kiri) memperhatikan Dinas P2K memadamkan api saat Sosper Nomor 6 2016, Sabtu (12/6/2021). (Foto: dailysatu.com)

dailysatu.com- Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe yang akrab disapa Bang Bayek menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Kota Medan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Sabtu (12/6/2021).

Bang Bayek mengungkapkan Sosper Nomor 6 2021 itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih lagi, masalah cara menghadapi kebakaran.

"Ibu-ibu, bapak-bapak yang hadir, nanti bisa menyampaikan pengetahuan yang didapat dari Sosper ini. Khususnya, dalam hal memadamkan api yang disebabkan oleh kompor gas, minyak dan lain-lain," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bang Bayek juga menyampaikan pesan yang disampaikan oleh sejumlah masyarakat terkait perlunya UPT Dinas P2K diperbanyak di Kota Medan.

"Kalau bisa, setiap kecamatan ada satu UPT Dinas P2K. Tujuannya agar setiap kasus kebakaran dengan mudah dapat teratasi dan hal itu bisa meminimalisir angka kerugian si korban kebakaran," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2K, Albon Sidahuruk sangat mengapresiasi Sosper Nomor 6 Tahun 2016 yang dilakukan oleh Bayek tersebut.

"Semakin banyak anggota dewan yang menggelar Sosper Nomor 6 Tahun 2016 ini, maka semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Albon pun menjelaskan tentang cara mudah memadamkan api. Menurut Albon, masyarakat tidak perlu panik ketika menghadapi api.

"Sebab, kebakaran tidak bisa terjadi bila tidak ada tiga hal ini yakni, pertama, ada suhu titik didih atau pemantik. Seperti kain beda pemantiknya dengan plastik. Kedua, ada udara. Tidak mungkin terjadi kebakaran bila tak ada udara. Ketiga, ada bahan yang terbakar," jelasnya.

Albon menambahkan memadamkan api bisa dilakukan dengan air, CO2 dan benda berbentuk tepung. 

"Terkait kebakaran yang disebankan kompor gas. Bila tercium ada bau gas di rumah, jangan sekali-sekali menyalakan saklar lampu yang sedang mati atau mematikan saklar lampu yang sedang menyala. Karena, itu bisa memantik api dan menyebabkan kebakaran," paparnya.

Cara yang terbaik mengatasinya adalah, dengan mencabut regulator tabung gasnya terlebih dahulu. Lalu, buka jendela dan pintu agar gasnya keluar," jelasnya.

Dalam kesempatan irltu, Albon pun meminta kepada masyarakat yang hadir di Sosper itu untuk mengedukasi masyarakat lain agar jumlah kebakaran di Kota Medan bisa diminimalisir.

"Tingkat kebakaran di Medan cukup tinggi, dari 250 sampai 300 kejadian per tahun. Artinya, hampir setiap hari ada kebakaran. Makanya, Sosper seperti ini bisa mengedukasi masyarakar agar kebakaran tidak lagi terjadi," paparnya. (DS/ Dik)


Share:
Komentar

Berita Terkini