Remaja Yang Tertabrak Kreta Api di Sergai Meninggal Dunia

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com -  Rangga (14) Warga Dusun 2 Desa Seibuluh, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang tertabrak kreta api Sri Bilah Utama, Minggu malam (06/06/2021) sekitar Pukul 21:30 WIB akhir meninggal dunia.

Korban menghembuskan nafas terakhir saat hendak dirujuk kerumah sakit Chevani Kota Tebing Tinggi.

Dokter Yohana yang dikonfirmasi dailysatu.com membenar korban  meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan lebih kurang 1 jam, namun pada saat kan dirujuk ke RSU Chievani Tebing Tinggi korban sudah tidak bernyawa lagi.

Sambung Yohana lagi, Rangga (Korban-Red) meninggal dunia sekitar pukul 23:10 WIB, luka yang dialami korban cukup serius luka robek lebar dibagian kepala belakang, patah pada tungkai kaki kiri, dan luka robek di bagian muka, penyebab meninggalnya korban bisa diprediksi dikarenakan benturan yang cukup keras dibagian kepala belakang.

Sementara orang tua korban Supardi(56) saat ditemui awak media belum bisa memberikan komentar." Sabar dulu ya bang. Masi ngurusi jenazah anak saya,"sebutnya.

Sebelumnya, Rangga yang diketahui masi berstatus pelajar SMP disalah satu Sekolah Negeri Seibamban, bermain bersama 3 rekannya yang berdomisili yang sama di Seibuluh. Untuk menemui 3 orang wanita kawan sekolahnya disekitaran Desa Pon tepatnya di Gardu Desa Pon.

Pertemuan 3 Remaja muda mudi itu diamini oleh salah seorang warga sekitar yang bernama Daniel Manulang (26) Warga Dusun 2 Desa Pon

"Oya mereka 3 pasang salah satu dari tiga pasangan itu tidak mendengar ada suara kelekson kreta api, sehingga ketabrak dan terpental kebagian luar jalur kereta api. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa korban ke RSU Melati Desapon,"ucapnya.(ds/Putra)

Share:
Komentar

Berita Terkini