Ketua DPD PKS Sibolga: Tak Ada yang Menipu dan Ditipu

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo


Dailysatu.com- Pilkada Kota Sibolga 2020 yang sempat menimbulkan konflik antara salah satu bakal calon dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya diakui kedua belah pihak sebagai miskomunikasi.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sibolga, Wandana Simatupang Lc mengungkapkan kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman. 

"Intinya, tak ada yang menipu dan ditipu," paparnya kepada wartawan via sambungan WhatsApp, Jumat (25/6/2021).

Wandana menambahkan, ada kekeliruan informasi yang sempat muncul di sejumlah media terkait persoalan itu. "Karena memang kejadiannya tak seperti itu. Ya intinya, memang kesalahpahaman sajalah antara kedua belah pihak," pungkasnya.

Sementara itu, Sahrizal Fahmi, SH., CLA., selaku Kuasa Hukum R. Dwi, narahubung bakal calon yang meminta dukungan PKS dalam Pilkada Sibolga, mengakui adanya kesalahpahaman di balik konflik kliennya dengan Wandana.

"Berdasarkan informasi dari klien saya, ada kesalahpahaman antara dirinya dengan Wandana selaku penghubung PKS," jelas Fahmi.

Dia menambahkan, kesalahpahaman tersebut sudah diselesaikan kedua belah pihak. "Ya, sudah tak ada masalah lagi sekarang,"

Dan Klien Kami R. DWI juga telah menyampaikan Permohonan maaf Kepada Ketua DPD PKS Kota Sibolga atas kesalah pahaman yang berujung pada terbitnya somasi tersebut, dan Wandana juga telah menerima dan menyatakan bahwa mereka telah saling memaafkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sibolga, Wandana Simatupang Lc, disomasi oleh R. Dwi melalui kuasa hukumnya, Sahrizal Fahmi, SH., CLA.

Ia disomasi terkait dugaan penerimaan uang Rp200 juta dalam proses pilkada. Sementara, Darwin Pohan – Rivorman Saleh Manalu akhirnya gagal mendapatkan rekomendasi dari PKS untuk melaju sebagai calon. (DS/Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini