Dua Pelaku Penodongan Pistol Terhadap Anak Dibawah Umur di Tambak Rejo Akhirnya Diringkus

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Begitu adanya pemberitaan di media online terkait penodongan pistol. Pihak petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan bergerak cepat mengungkap kasus pengancaman oleh beberapa pria yang menodongan pistol ke arah anak dibawah umur yang terjadi di Dusun I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (22//6/2021) siang kemarin.

Hal itu ditegaskan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung.

"2 orang pelakunya sudah kita tangkap tadi siang," kata Rafles saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/6/2021) malam.

Namun, saat disinggung identitas kedua pelaku yang diamankan dan dimana lokasi penangkapan, mantan Kanit Ranmor dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan ini enggan berbicara lebih jauh.

Sebelumnya, Warga Tambak Rejo, Dusun I, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dibuat resah oleh seorang pria yang mengeluarkan senjata mirip pistol, Selasa (22/6/2021) kemarin.

Diketahui pria tersebut berinisial R. Selain R juga ada lima temanya yang seolah-olah seperti anggota Kepolisian. Keenam pria tersebut  menangkap menangkap salah seorang warga, Rian (18) warga Tambak Rejo, Dusun I, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, karena dituding mencuri kardus bekas disamping rumah Rahman yang ditaksir seharga 35 ribu.

Tak hanya dituduh sebagai pencuri, Rian pun dipukuli dan dipaksa mengaku melakukan pencurian, namun, warga lainnya berinisial Rudianto (40) warga setempat menanyakan tentang persoalan kericuhan tersebut. Namun malah Rahman Cs membentak dan mengatakan ' Uda diam aja kau, ga usah banyak cakap sembari menganiaya R hingga kesulitan bernapas,"ucap Rudianto menirukan ucapan salah satu pelaku.

Tak hanya Rudianto, seorang anak dibawah umur berinisial  NS (13) juga mendapat penganiayaan, tangannya ditarik hingga kesungkur ketanah dan hpnya dirampas serta dibanting, serta bajunya sempat robek dibelakang.

"Macam binatang NS itu dibuat bang, ditarik Sampek kesungkur ketanah, pas kejadian ribut itu, NS datang langsung memvideokan kejadian itu, namun salah seorang rekan Rahman Cs merampas handphonenya dan membanting handphonenya milik NS. Terakhir warga lainnya berkumpul lebih banyak dari mereka, uda terdesak salah satu rekannya mengacungkan senjata mirip pistol ke arah warga untuk segera bubar", ungkap Rudianto kepada wartawan.

Tak sampai disitu saja, Rudianto juga menambahkan, anaknya yang masih balita, IG (3,5 tahun) pun menjadi korban, saat ibunya, Nani (31) didorong jatuh dan menimpah IG hingga mengalami memar diwajah.

"Aku tak terima anakku digitukan, jadi merasa trauma anakku dibuat orang itu, Sampek Istriku sobek baju lantaran ditarik orang itu, apa masalah saya, melihat Istri dan anak saya yang masih balita diperlakukan seperti itu, saya melerai," ucap Rudianto lagi.

Akan tetapi kata Rudianto, malah pistolnya diarahkan ke kepalanya, sementara yang ditangkap orang itu tidak ada hubungannya sama.dengan dirinya.

"Bisa pula keluarga saya yang jadi korban, kami mohonlah kepada pihak Kepolisian dapat menindak lanjuti dan menangkap pelaku, bisa mereka ada senjata dan itu melanggar undang-undang darurat,  warga sudah sangat resah dan trauma lantaran peristiwa itu," beber Rudianto kepada wartawan saat membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (23/6/2021).

Sementara itu, ibu korban SJ ( 33 ) berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum karena mereka merasa trauma akibat ancaman senjata itu.

"Saat itu anak saya membantu bapaknya yang dicekek lehernya sama salah satu pelaku, sambil merekam kejadian penganiayaan itu, tapi salah satu dari 6 pelaku merampas dan membanting handphone anak saya sambil menodongkan senjata mirip pistol ke arah warga dan pada anak saya PA (15) tepat dikening anak saya," terang SJ.

SJ juga merangkan, dirinya tidak mengenal pelaku dan sangat trauma dengan kejadian itu, serta anaknya yang masih dibawa umur sangat trauma dan mengalami luka di tangan bagian kiri. 

"Saya minta Kapolrestabes Medan melalui Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu untuk minindak lanjuti laporannya bernomor STTLP/1189 /VI/2021/SPKT Percut  segera mungkin menangkap pelaku," pungkas Ibu korban.(ds/Wandi)

Share:
Komentar

Berita Terkini