Banggar DPRD Kota Medan Kritisi Rencana Pembangunan Jembatan Sicanang

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Rapat Banggar DPRD Kota Medan, Rabu (23/6/2021). (Foto: Dailysatu.com)


Dailysatu.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Dedy Aksyari Nasution ST menilai, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan belum mampu menyelesaikan pembangunan jembatan Secanang Belawan. 

Hal itu diungkapkan Dedy Aksyari Nasution disela-sela rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020 bersama Dinas PU di ruang Badan Anggaran (Banggar) lantai II gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Rabu (23/6/2021). 

"Mana janji yang katanya bulan April 2021 sudah selesai, namun faktanya sampai hari ini tidak ada realisasinya, jembatan tersebut belum juga terbangun, kata anggota Komisi IV DPRD Medan ini. 

Anggota dewan yang tergabung dalam Banggar ini pun minta penjelasan kepada Kepala Dinas (Kadis) PU kota Medan Zulfansyah apa yang menjadi kendala, kenapa sudah bertahun-tahun jembatan tersebut tidak kunjung selesai. 

"Saya pikir perlu ada komitmen dari dinas PU untuk segera menyelesaikanya. Bagaimana teknisnya Bapak-bapak yang di Dinas PU lah lebih tahu," ujar politisi Partai Gerindra ini. 

Pertanyaan serupa juga diungkap Wakil Ketua DPRD Medan sekaligus pimpinan rapat pembahasan LPj Pelaksanaan APBD TA 2020 T Bahrumsyah. 

T Bahrumsyah juga mendesak agar Dinas PU segera menyelesaikan pembangunan Jembatan Secanang Belawan yang sudah bertahun terbengkalai tersebut. 

Menyikapi pertanyaan anggota dewan tersebut Kadis PU Medan Zulfansyah mengatakan  pihak tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Secanang tersebut. 

"Komitmen kita sangat kuat untuk menyelesaikan pembangunan jembatan ini, namun ketika kita akan tayang melaksanakan proses tender pada bulan Maret lalu, ada wacana dari  LKPP kalau proyek ini bisa dilakukan penunjukan langsung (PL),"ungkap Zulfansyah. 

Zulfansyah mengaku ragu, sehingga untuk memastikan pernyataan tersebut, serta guna terlepas dari persoalan hukum kata Zulfansyah, pihak menyurati LKPP di Jakarta. 

"Selang beberapa hari kemudian muncul surat kedua dari LKPP yang menyatakan tidak boleh di PL-kan sehingga kembali muncul keraguan kita terhadap pelaksanaan proyek tersebut, untuk selanjutnya pada bulan Mei kemarin kita tender ungkap Zulfansyah. 

Namun kata Zulfansyah lagi, proses tender ini gagal, dimana dari enam calon penyedia (rekanan) yang ikut dalam proses tender pekerjaan pembangunan jembatan Secanang tersebut, tak satupun yang layak untuk mengerjakannya. 

"Meski begitu kita tetap menindaklanjuti pembangunannya dengan mengambil langkah-langkah strategis,"ungkap Zulfansyah. 

Agar proses pembangunan jembatan Sicanang ini bisa dilanjutkan kembali, sebut Zulfansyah, akan diambil langkah-langkah strategis,  dengan terlebih dahulu menyurati pihak terkait seperti kejaksaan dan lainnya. 

"Mungkin dalam satu dua hari ini akan dilakukan rapat dengan instansi terkait guna diambil solusinya, sebut Zulfansyah. (DS/ Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini