Terapkan Perda Pengelolaan Sampah, Hendra DS Harap Pemko Medan Terbitkan Perwalnya

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Hendra DS mensosialisasikan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah di Jalan Sumber Amal, Medan, Sabtu (8/5/2021).


Dailysatu.com- Memaksimalkan penerapan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah, anggota DPRD Kota Medan, Hendra DS, berharap Wali Kota Medan segera menertibkan Peraturan Wali Kota (Perwal)nya. 

"Perwal ini penting, karena di dalamnya akan mengatur sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar aturan. Apalagi banyak permasalahan sampah di Kota Medan, dari tempat pembuangan sampah sementara di kelurahan yang belum tersedia, sampai kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai," ujarnya saat Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Sampah di Jalan Sumber Amal Lingkungan 10 Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (8/5/2021).

Hendra DS menambahkan dengan adanya Perwal terhadap Perda tersebut, nantinya akan ada sanksi hukum yakni bagi perorangan membuang sampah sembarangan dikenai hukuman 3 bulan dan denda Rp 10 juta. Sementara untuk badan usaha, didenda Rp 50 juta dan tahanan 6 bulan.

"Jadi ikuti lah aturan-aturan yang ada sehingga Kota Medan ini menjadi bersih, dapat penghargaan Adipura dan rakyatnya sejahtera," paparnya. 

Menurut Hendra DS, Pemko Medan memiliki kewajiban menyediakan sarana dan prasarana tempat sampah. Meski sampai saat ini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dimiliki Kota Medan belum refresentatif baik dari luas lahan. "Pemko sudah lakukan koordinasi dengan Pemkab Deli Serdang untuk membeli tanah dijadikan TPA. Semoga ini segera terlaksana agar permasalahan sampah di Kota Medan dapat diatasi," harap Hendra DS. 

Apalagi, penanganan sampah sudah dilimpahkan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemko Medan ke Kecamatan, Lurah dan Kepala Lingkungan. Pengalihan wewenang tanggungjawab untuk kolaborasi semua pihak akan menjamin kebersihan serta perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Wajib Retribusi Sampah (WRS) dapat maksimal. 

"Pelimpahan tanggungjawab masalah sampah kepada Camat, Lurah dan Kepling sangat bagus. Kolaborasi semua pihak tangani sampah menuju Medan bersih akan cepat terwujud. Jadi seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan bertanggung-jawab terhadap kebersihan di wilayah masing-masing," paparnya. 

Pengalihan sampah ini, maka petugas kebersihan yang selama ini berada di bawah Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga dilimpahkan kepada kecamatan. Sedangkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bisa lebih fokus untuk mengurusi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara itu, Camat Kecamatan Medan Amplas, Edy Matondang mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid 19 dengan tetap memakai masker, sering mencuci tangan dan menghindari kerumunan.  (DS/Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini