Pengamat Hukum : Dua Mobil Mewah Milik Panitera PN Medan Harus Diusut KPK

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Terkait viralnya dimedia online yang menyebutkan panitera di PN Medan, ESS pamer 2 unit mobil mewah yakni mobil Hummer dan Mini Cooper diparkiran PN Medan beberapa waktu lalu, salah seorang Praktisi hukum yang juga merupakan direktur Pushpa yakni, Muslim Muis dalam tanggapannya mengatakan kalau Panitera tersebut benar- benar memiliki mobil Hammer dan Mini Cooper seperti diberitakan media- media yang kini menjadi perhatian publik, harus dipertanyakan, Selasa (25/5/2021).

"Kalau Panitera tersebut benar- benar memiliki mobil Hammer dan Mini Cooper seperti diberitakan media- media yang kini menjadi perhatian publik, harus dipertanyakan," ungkap Advokat Kondang ini.

Muslim Muis juga menjelaskan dari gaji sebagai Panitera di PN Medan, sampai pansiunpun tak akan terbeli dua mobil mewah tersebut.

"Karena dari gaji sebagai  Panitera di PN Medan, sampai pansiunpun tak akan terbelinya dua mobil mewah tersebut. Apalagi mobil Hammer dan Mini Cooper tersebut tidak dilaporkan harta dan kekayaannnya kepada KPK, baik sejak awal atau pertambahan harta kekayaan. Ini lah pintu masuk aparat penegak hukum seperti kepolisian atau KPK untuk menyelidikinya. Apabila belum atau tidak dilaporkan harta kekayaannya, bisa saja si Panitera PN itu khawatir dipersangkakan kuat dugaan harta kekayaan tersebut  diperoleh dari cara gak benar seperti pencucian uang atau korupsi," tegas Advokat yang terkenal vokal dan kritis ini.

Tak hanya itu Muis juga mengatakan agar tak menjadi asumsi atau prasangka buruk terhadap kedua mobil mewahnya, Panitera tersebut harus mengumumkan kepada publik secara transparan atau terbuka tentang perolehan uang untuk membeli kedua mobil mewah, Hammer dan Mini Cooper nya itu.

"Agar tidak menjadi asumsi atau prasangka buruk terhadap kedua mobil mewahnya, Panitera tersebut harus mengumumkan kepada publik secara transparan atau terbuka tentang perolehan uang untuk membeli kedua mobil mewah, Hammer dan Mini Cooper nya itu. Sehingga publik mengerti dan faham tidak menjadi fitna atau sudzon dan media harus memberitakan kebenaran itu. Sebab hal ini harus segera diselesaikan, agar Panitera pemilik mobil Hammer dan Mini Cooper seharga Miliyaran rupiah tenang dan tidak diuber media. Sebab  seorang ketua PN medan saja dalam keterangannya "tidak berani memimpikan untuk memiliki kedua mobil tersebut. Apalagi dalam dumia nyata". Hanya memakai mobil dinas dengan BK merah," ucap Muis pada wartawan melalui pesan wahtsapp nya.

"Artinya kalau melihat keterangan ketua PN Medan tersebut, dirinya menyampaikan, sampai pansiun pun tak dapat dimilikinya kedua mobil mewah yakni, Hammer dan Mini Cooper dengan harga miliyaran tersebut.  Kalau gtu bagaimana dengan Panitera tersebut???.... Meskipun Panitera mengakui ada memiliki usaha kebon, toko emas, bisnis lain atau mendapatkan warisan. Itu semua harus dapat dibuktikan oleh Panitera tersebut, bukan asal omong saja," ungkap Direktur Pushpa ini.

Selain itu, Muis juga meminta penegak hukum kepolisian untuk mengusut kedua mobil mewah Hammer dan Mini Cooper yang disebut- sebut milik Panitera PN Medan itu. Kalau perolehan kedua mobil mewah tersebut diduga dari korupsi, KPK diminta mengusutnya secara Tuntas," papar Muis mengakhiri tanggapannya.

Sebelumnya, Sore hari sengaja para wartawan menunggu diparkiran untuk konfirmasi karena rasa keinginan tahu kebenaran berita di beberapa media online tersebut, namun terlihat gelagat ESS untuk menghindar dari wartawan, tak terlihat mobil dinasnya diparkiran. 

Keterangan Ketua PN Medan sempat mengatakan, bahwa beliau ada melihat mobil yang diberitakan tersebut terparkir di area pengadilan. Bahkan sempat menanyakan pada tukang parkir mobil siapa ini?... Kalau bukan pegawai punya jangan diberi parkir disini suruh diluar parkirnya. Beliau tidak tahu itu mobil milik siapa, terangnya pada wartawan.

Dikutip dari beberapa alenia pemberitaan di media online yang telah merilis diantaranya, "Koleksi Mobil Hummer hingga Mini Cooper, Panitera di PN Medan Jadi Sorotan".(Sagal)

Share:
Komentar

Berita Terkini