Ketua DPRDSU: Pecat Penjual Vaksin Covid 19

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Penangkapan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) dan oknum dari pegawai Lembaga Pemasyarakatan (lapas) karena memperjualbelikan vaksin Covid-19 yang menjadi jatah para narapidana mendapat  sorotan tajam dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Baskami Ginting.

Baskami Ginting menyoroti lemahnya pengawasan di internal Dinkes Sumut. 

“Selain oknumnya dipecat dan disanksi hukum tegas, saya minta Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengevaluasi secara menyeluruh alur pelaksanaan vaksinasi. Mulai dari data awal penerima vaksin, jumlah vaksin yang dikeluarkan pihak Dinkes dan tentu saja oknum atasan yang bersangkutan harus diperiksa Inspektorat karena lalai,” katanya kepada wartawan melalui seluler, Sabtu (22/5/2021).

Dikatakan Baskami, pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa pengawasan dalam distribusi vaksin Covid-19 masih perlu untuk terus diperketat.

"Kami mengapresiasi kinerja dari Polda Sumut yang mengungkap hal ini. Hal ini memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam mendapatkan vaksin yang gratis dari pemerintah tersebut," cetusnya.

Selain mengapresiasi kinerja polisi, Politisi senior PDI Perjuangan ini juga berharap aparat penegak hukum memberikan hukuman yang berat kepada para pelaku. Sebab, aksi ini sangat menodai semangat untuk menghindarkan seluruh lapisan masyarakat dari potensi tertular Virus Covid-19.

"Saya menilai tindakan melanggar sumpahnya sebagai ASN dan ranah penindakannya harus jelas, tegas dan terukur apalagi ini terjadi di masa dimana Presiden Ir Joko Widodo sangat responsif terkait masih sedikitnya angka vaksinasi di Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, Ketua DPRD Sumut meminta pelaku yang merupakan PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Provsu itu dipecat dan dipenjarakan dengan hukum yang berat karena sudah melanggar Undang-undang Kedaruratan dan Bencana serta karantina kesehatan.

Kepada Gubsu Edy Rahmayadi selaku kepala satgas penanganan Covid-19 di Sumut, Baskami  meminta agar terus memperhatikan upaya-upaya menekan penyebaran Covid-19. Praktik-praktik ilegal dengan memanfaatkan upaya pencegahan Covid-19 untuk menguntungkan diri pribadi menjadi hal yang merugikan.

“Gubsu jangan lengah dan lemah. Jangan hanya terima laporan, Edy Rahmayadi harus turun, teliti dan kalau perlu jadi panglima perang pengawasan vaksinasi dan tentu saja penguatan Protokol Kesehatan 5 M,” tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini