Kader Demokrat sebut 'The Kitchen of Asia' tak mampu tumbuhkan ekonomi malah beresiko timbulkan penularan covid-19

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo
Kader Demokrat Medan, Subanto


dailysatu.com-Program The Kitchen of Asia yang digagas Walikota Medan, Bobby Afif Nasution terus mendapatkan sorotan. 


Selain melanggar protokol kesehatan akibat menimbulkan kerumunan, program yang dibuat di kawasan Kesawan City Walk (KCW) ini juga dinilai tidak begitu berdampak besar dalam peningkatan ekonomi di Kota Medan dimasa pandemi ini.


Hal itu disampaikan, kader Partai Demokrat Kota Medan, Subanto. Kepada wartawan, Subanto mempertanyakan apa alasan yang mendasar mantu Presiden Jokowi ini memaksakan menjalankan program ditengah pandemi covid 19 seperti ini.


"Apa Motivasi walikota memaksa program ini ditengah pandemi seperti ini? Kalau motivasinya dari segi ekonomi sama-sama kita lihat juga tidak ada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Hanya berapa persen pelaku UMKM yang mampu ditampung disitu, sementara resiko penularan covid 19 jauh lebih besar dibandingkan dampak ekonominya," kata Subanto, Senin (3/5/2021). 


Justru, menurutnya, kehadiran The Kitchen of Asia malah berdampak negatif dari segi kesehatan. Dengan banyaknya kerumunan yang hampir tiap akhir pekan, malah berdampak pada kesehatan. 


"Justru dampak kesehatan yang berbahaya," jelasnya. 


Sampai saat ini, Subanto melihat Walikota Medan, Bobby Nasution masih belajar dalam menjalankan tata kelola pemerintahan. 


"Tapi saya maklum aja, kalau masih belajar," ucapnya. 


Kepada Bobby, ia meminta untuk tidak memaksakan kehendak dalam mengambil kebijakan publik. Ia mengingatkan agar menguji dahulu setiap kebijakan publik yang akan dikeluarkan. 


"Harusnya kebijakan publik itu diuji dulu, bukan suka-suka. Contoh kasus misalnya soal kebijakan sekolah tatap muka, hanya untuk mengambil kebijakan tersebut harus diuji dahulu ke pengamat pendidikan, psikolog anak. Begitu juga dengan kebijakan pembukaan The Kitchen of Asia ini. Jangan hanya pandang dari satu sisi dalam mengambil kebijakan publik tapi kajilah lebih mendalam setiap akan mengambil kebijakan," tandasnya.(DS/rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini