Empat Pendapat Akhir Fraksi Gerindra DPRD Gunungsitoli Soal Ranperda Hari Jadi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Fraksi Gerindra DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyampaikan pendapatan akhirnya terhadap Ranperda Hari Jadi Kota Gunungsitoli.

Pendapat akhir itu dibacakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Gunungsitoli, Faeriani Zega SE, MM, dalam paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli, Selasa (11/5/2021).

"Setelah mencermati pembahasan Ranperda Hari Jadi kota Gunungsitoli yang kemudian disimpulkan melalui laporan Pansus, maka Fraksi Gerindra menyampaikan catatan yang diharapkan nantinya menjadi bahan penyempurnaan dalam pengambilan keputusan Ranperda", kata Faeriani.

Faeriani menerangkan, adapun catatan tersebut, diantaranya:

1. Fraksi Gerindra mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kinerja Pansus yang melakukan pembahasan Ranperda Hari Jadi Kota Gunungsitoli bersama tim legislasi dan asistensi pemerintah daerah.

2. Fraksi Gerindra berpendapat, bahwa 6 April 1678 merupakan tanggal historis berdasarkan sejarah dimana Gunungsitoli dibentuk sebagai suatu daerah wilayah kekuasaan, namun belum menjadi daerah pemerintahan. Kemudian seiring dengan kemerdekaan republik Indonesia, daerah Gunungsitoli menjadi sebuah Kecamatan yang diberi nama kecamatan Gunungsitoli dalam wilayah kabupaten Nias. Selanjutnya pada Tahun 2008 terjadi pemekaran sebagaimana UU Nomor 40 Tahun 2008, sehingga Kecamatan Gunungsitoli disebut menjadi Kota Gunungsitoli.

3. Sebagaimana disampaikan Pansus, bahwa Hari Jadi Kota Gunungsitoli 6 April 1678 dimaksud pernah dirayakan pada tahun 1985 oleh Pemerintah Kabupaten Nias benar adanya. Tetapi yang dirayakan hari jadi daerah Gunungsitoli sebelum dimekarkan menjadi Kota Gunungsitoli yang memiliki wilayah mencakup 5 kecamatan. Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan apakah hari jadi dimaksud sudah mengakomodir secara historis dari 5 wilayah kecamatan yang tergabung dalam satu kesatuan wilayah kota Gunungsitoli atau belum. Sebab ranperda yang ditetapkan merupakan ranperda Hari Jadi Kota Gunungsitoli. Maka demikian, Fraksi Gerindra berharap penetapan Hari Jadi Kota Gunungsitoli dapat diterima masyarakat.

4. Selanjutnya, dapat menjadi pertimbangan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli sebelum ranperda ditetapkan, Hari Jadi Kota Gunungsitoli merupakan daerah otonomi baru yang dimekarkan beberapa tahun lalu. Seharusnya Hari Jadi Kota Gunungsitoli didasarkan dari hari dimana Kota Gunungsitoli dijadikan sebagai daerah otonomi baru yakni pada tanggal 26 November 2008. Karena jika dilihat dari umur, seharusnya Kota Gunungsitoli lebih tua dari Kabupaten Nias sebagai ibu yang melahirkan wilayah Kota Gunungsitoli 4 Desember 2020 lalu berumur 150 tahun.

Berdasarkan beberapa catatan diatas, maka Fraksi Gerindra menyarankan:

1. Ditambahkan BAB dengan judul kelahiran Kota Gunungsitoli yang didalamnya memuat pasal terdiri dari, *. Hari lahir Gunungsitoli ditetapkan tanggal 6 April 1678. *. Hari lahir Pemerintah Kota Gunungsitoli dikenal dengan Kota Gunungsitoli ditetapkan 26 November 2008. *. Sejarah hari lahir Gunungsitoli dan Kota Gunungsitoli sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 peraturan daerah.

2. Ditetapkan hari jadi Kota Gunungsitoli 20 November 2008 sebagaimana dalam UU 40 Tahun 2008 tentang pembentukan Kota Gunungsitoli di Provinsi Sumatera Utara.

"Terkait hal diatas, Fraksi Gerindra berharap agar penyusunan ranperda Hari Jadi Kota Gunungsitoli disesuaikan kembali. Atau diberi penambahan waktu bagi Pansus untuk menyesuaikan penetapan hari jadi kota Gunungsitoli", tandas Faeriani. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini