Dinilai Lemah Tangani Kasus Korupsi, Aktivis Minta Kajatisu Copot Kajari dan Kasipidsus Asahan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Sejumlah aktivis penggiat Anti Korupsi Asahan meminta dan mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu), untuk mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus).

Pasalnya,kedua pejabat itu dituding mandul dalam melaksanakan penangangan kasus koruspi yang ada di Kabupaten Asahan. Bahkan, kedua aparat Adhyaksa itu dinilai lemah dan gagal dalam mencari dan mendapatkan DPO mereka yang hingga kini belum ditemukan.

Dimana Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Asahan, kasus korupsi dana BOS tahun 2017 yang dilakukan oleh Zulfikar mantan Kepala Sekolah SMK N 2 Kisaran, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi Daftar DPO oleh Kejari, hingga kini belum ditemukan.

"Kami minta Kajatisu untuk mengevaluasi Kajari Aluwi SH dan Kasi Pidsus Asahan Vinsensius Tampubolon SH. Kalau bisa kedua Adhyaksa itu dicopot dari jabatannya. Karena dinilai tidak mampu bekerja dan lemah dalam menangani kasus kasus korupsi yang ada di Asahan," tegas Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Suara Rakyat (Garda Masura) Asahan, Adi Chandra Pranata SH pada wartawan, Minggu (23/5/2021) sekira pukul 14:30 Wib di Kisaran.

Selain itu, kata Adi Chandra Pranata, selama ini sejumlah aktivis dan LSM melaporkan kasus kasus korupsi ke Kejaksaan,diduga tidak pernah ditanggapin dan ditindaklanjuti.

"Sejak Kajari Negeri Asahan dipimpin oleh Aluwi SH dan Kasi Pidsus Vincensius, Kejaksaan minim prestasi dan tidak pernah menangani kasus koruspi. Bahkan,DPO Kejaksan Negeri Asahan aja tidak pernah tertangkap sampai sekarang," ujar Adi Chandra.

"Saya harap Kejaksaan negeri Asahan jangan banyak melakukan pencitraan saja. Namun minim prestasi dalam ungkap kasus koruspi. Bahkan, DPO mereka sendiri aja tidak sanggup menemukannya," tegas Adi Chandra Pranata sembari mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri Asahan.

Terpisah,Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (LSM Bara Api) Asahan,Adha Khairuddin kepada wartawan,Minggu (23/5) di Kisaran,juga meminta dan mendesak Kajatisu untuk mencopot Kajari dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Asahan.

Pasalnya, sejak Kajari dipimpin oleh Aluwi SH,tidak ada kasus kasus tindak pidana korupsi  yang pernah ditindak dan lanjut ke persidangan. Bahkan, laporan sejumlah aktivis penggiat anti korupsi yang melaporkan kasus koruspi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Asahan saja,hingga kini diduga kuat tidak dilanjutkan dan berjalan ditempat tidak ada kabarnya.

"Kami minta Kajatisu untuk mencopot dan mengganti Kajari sebagai orang nomor satu di Adhyaksa Asahan. Pasalnya,hingga kini tidak ada prestasi yang membanggakan dari Kajari yang dinilai lemah dalam kinerjanya. Bahkan, untuk mendapatkan DPO mereka aja mereka tidak mampu mencari dan mendapatkannya," tegas Adha Khairuddin.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini