Bisnis Arisan Online, Terdakwa Weni Sihombing Diadili di PN Medan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Terdakwa Weni Sihombing (28) warga Jalan Sempurna Ujung Komplek Griya Sempurna No. 15 Kota Medan di adili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5/2021). Dalam sidang perdana ini beragendakan mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Abdul Hakim Sori Muda Harahap, SH sekaligus mendengarkan keterangan dari saksi korban.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Abdul Hakim Sori Muda Harahap, bahwa saksi Wina Fracilia Br Purba selaku korban sekaligus menerima kuasa untuk melaporkan peristiwa penipuan online yang dialami pada tanggal 19 September 2020 dari beberapa member arisankoko yang turut menjadi korban. Terhitung sejak Bulan Agustus 2020 (hari dan tanggal serta bulan tidak ingat) Wina Br Purba mengetahui akun instagram Arisan Koko milik terdakwa, kemudian bergabung ke grup whatsApp arisankoko dengan owner milik terdakwa. 

Pada tanggal 16 Juli 2020 dan tanggal 23 Agustus 2020 owner atas nama Weni Sihombing membuat postingan pernyataan, penawaran atau meyakinkan kepada seluruh member yang intinya Weni Sihombing memiliki jaminan yang dapat diandalkan, akan bertanggung jawab dan memiliki kebun luas yang menjadi pegangan untuk hal-hal yang tidak diinginkan di grup utama Arisankoko.

“yg invest ayok isi reg nya jga, jgn sampe invest ku tutup karna gak mau isi reg. saling kerjasama kita guys. dan masalah amanah jgn klen ragukan aku. bukan kaleng2 aku dan bukan sombong ada kebun luas yg bisa jadi pegangan untuk hal2 yg tak di inginkan tpi smoga gak sampe ksni amin” dan “masalah uang masuk/investan gak usah klen takut, di aku aman smua. semua ku kendalikan bukan main tampung aja. tiap hari move an invest ratus2an juta bahkan sampe ½ m an lebih jg pernah jadi, gak usah sansi. semua aman di aku.. dan ku pringatkan ke klen kalo invest di org hati2, aku invest di sebelah get 72 jt tgl 9 sampe skrg blom balik dgn alasan peminjam ini itu. sementara di room nya cuma ada aku sama dia, jadi pelajarnlah buat klen ya.. klo udah aman gak usah betingkah.. saling bantu kita biar aman smua.”

Dengan begitu Wina merasa yakin dan percaya untuk mengikuti 5 kloter arisan invest masing-masing:

1. Grub Move Gabungan 12/09/20 dengan jumlah 100 slot. Setiap 1 slot 700.000 dikali 100 dengan jumlah 70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah) pada tanggal 02 September 2020 jatuh tempo tanggal 12 September 2020.

2. Grub Move Gabungan 14/09/20 dengan jumlah 50 slot. Setiap 1 slot 500.000 dikali 50 dengan jumlah 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) pada tanggal 04 September 2020 jatuh tempo tanggal 14 September 2020.

3. Grub Arisankoko 17/09/20 dengan jumlah 10 slot. Setiap 1 slot 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dikali 10 dengan jumlah 100.000.000 (seratus juta rupiah) pada tanggal 7 September 2020 jatuh tempo tanggal 17 September 2020.

4. Grub Arisankoko 19/09/20 dengan jumlah 150 slot . Setiap slot 500.000,- (limaa ratus ribu rupiah) dikali 150 dengan jumlah 75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah) pada tanggal 9 September 2020 jatuh tempo tanggal 19 September 2020.

5. Grub Arisankoko 22/09/20 dengan jumlah 120 slot. Setiap slot 500.000 (lima ratus ribu rupiah) dikali 120 dengan jumlah 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) pada tanggal 12 September 2020 jatuh tempo tanggal 22 September 2020.

Kemudian Wina mengirimkan uang untuk mengambil slot yang diikuti pada arisan online tersebut dengan cara mentransferkan ke rekening Bank BCA atas nama Weni Sihombing, ke rekening Bank BRI atas nama Weni Sihombing dan Bank DBS (Development Of Singapura atas nama Weni Sihombing melalui aplikasi Dana serta ke rekening Bank BCA atas nama Rio Sihombing. 

Dan Wina telah menyetorkan uang untuk mengikuti 5 kloter arisan invest tersebut sebanyak Rp. 320 juta. Bahwa pada saat jatuh tempo dalam 5 kloter yang diikuti oleh Wina terdakwa tidak melakukan kewajiban untuk mencairkan uang arisan tersebut, bahkan modal awal yang telah disetorkan Wina untuk mengikuti arisan tersebut tidak dikembalikan oleh terdakwa.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa, Wina mengalami kerugian sebesar Rp. 320 juta. Dan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Ditreskrimsus Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU ARI No. 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Setelah mendengar dakwaan dari JPU Abdul Hakim dilanjutkan mendengar keterangan dua orang saksi korban lainnya yakni Erma Florentina Handayani dan Bunga Liat Elseria.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Immanuel Tarigan, SH, MH kedua saksi mengaku dirugikan puluhan juta.

"Kalau kerugian saya Rp 50 juta Pak," ucap saksi Erma dan disambut oleh Bunga kalau dirinya juga dirugikan sebanyak Rp 45 juta 200 ribu.

Saat memberi keterangan di hadapan Majelis Hakim kedua saksi juga menyebutkan bahwa hingga saat ini uang kedua saksi belum ada dikembalikan.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini