Akibat Kerusakan Hutan Banjir Bandang Melanda Parapat, Walhi Sumut : Ada Korporasi Besar Kuasai Hutan Sekitar Danau Toba 

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Banjir Bandang yang melanda Kota Perapat persisnya di Huta (dusun) Sualan, Nagori (desa) Sibaganding dan Lingkungan Anggarajim Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Kamis (13/05/2021) lalu menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat di Sumateta Utara khususnya di Kota Parapat dan sekitarnya.

Meskipun tidak ada memakan korban jiwa, namun air bah dan material lumpur bercampur bebatuan dan sisa kayu menjadi preseden buruk bagi destinasi wisata dunia yang tengah digaung-gaungkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Otoritas Danau Toba (BODT).

Namun, BODT sebagai pelaksana pariwisata di Danau Toba terkesan lambat mengatasi banjir di Kota Parapat termasuk kelestarian dan keindahan wisata Danau Toba.

Sementara, penyebab banjir yang terjadi baru-baru ini di Kota Parapat disinyalir datangnya dari perbukitan di sekitar hutan register yakni Hutan Sitahoan dan Hutan Sibatu Loting yang mulai gundul ditebangi oleh para perambah hutan yang hanya mementingkan bisnis ilegalnya tanpa memikirkan kelangsungan kehidupan manusia yang akan datang.

Sebagai dampak gundulnya hutan sekitar kawasan Danau Toba yang diduga disebabkan marak dan bebasnya pembalakan liar (illegal logging) yang dilakukan para mafia atau bandit-bandit perambah hutan, sehingga kehadiran cuaca ekstrim dengan curah hujan yang lebat langsung mengakibatkan banjir di kota wisata Parapat. 

Menanggapi permasalahan kelestarian hutan dan lingkungan hidup, Wahana Lingkungan (Walhi) Sumatera Utara tengah melakukan investigasi di lapangan terkait penyebab banjir yang melanda Kota Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. 

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara Doni Latuperisa melalui Deputi Bidang Advokasi Roy yang dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Senin (17/05/2021) mengatakan, sementara akan melakukan investigasi dulu soalnya kejadian kemarin ketepatan hari libur.

"Jadi kita sedang ke lapangan untuk membuktikan penyebab banjir bandang di Kota Parapat. Dugaan sementara adanya kerusakan hutan di kawasan hulu kota Parapat dan kita akan membuktikan dengan data yang akurat serta melalukan investigasi dahulu,” tulis Roy dalam pesan WA kepada wartawan.

Dia menyebutkan, kerusakan ini kemungkinan dilakukan koorporasi lokal atau mafia lokal. Namun diakuinya bahwa saat ini ada korporasi besar yang menguasai kawasan hutan sekitar Danau Toba.

“Memang saat ini ada koorporasi besar yang menguasai kawasan hutan sekitar Danau Toba,” ujarnya tanpa merinci koorporasi dimaksud. (ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini