Ainike Salim Bawa Kabur Uang Nasabah Rp20 M, Korban: Kami Ada Bukti Transfer Rekening

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com-Kasus bisnis investasi bodong kembali ramai dan menjadi perbincangan hangat warga Kota Medan. Sebab, dari bisnis investasi bodong itu mengakibatkan puluhan warga (nasabah) menjadi korban.

Seperti yang disampaikan Khairul yang turut menjadi korban mengaku, dirinya didatangi Ainike Salim untuk bergabung dalam bisnis investasi yang dikelolanya dengan perjanjian akan mendapatkan keuntungan setiap minggunya.

"Kerena istri kenal dengan Ainike Salim sejak 15 tahun saya pun ikut bergabung dalam bisnis investasi tersebut," katanya saat dikonfirmasi via seluler, Sabtu (29/5).

Khairul mengungkapkan, awalnya menyetorkan uang investasi sebesar Rp5 juta kepada Ainike Salim pada April 2020 lalu dan mendapatkan hasil profit sebesar Rp500 ribu setiap per 10 hari.



"Namun di tengah perjalanan uang saya setorkan kepada Ainike Salim ditarik kembali untuk keperluan keluarga," ungkap warga Kecamatan Medan Deli tersebut.

Lebih lanjut, Khairul menuturkan beberapa bulan berikutnya Ainike Salim kembali mendatanginya mengajak untuk ikut bergabung dalam bisnis investasi tersebut. Karena tidak ada rasa curiga dan sebelumnya bisnis yang berjalan baik-baik saja, ia pun bergabung kembali.

"Kali ini, saya menyetorkan uang investasi dengan jumlah yang cukup sebesar senilai Rp105 juta yang diberikan kepada Ainike secara bertahap melalui transfer rekening bank yang buktinya masih disimpan," tuturnya.

Ironinya, Khairul menambahkan usai menyerahkan uang Rp105 juta untuk bisnis investasi malah Ainike Salim hilang tanpa kabar bagaikan ditelan bumi sampai sekarang ini.

"Sempat saya menghubunginya (Ainike Salim) untuk mengembalikan uang tetapi malah saudaranya bernama Bobi menyuruh saya untuk bersabar," bebernya kasus investasi bodong itu akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Sebelumnya, Polda Sumut dan Polrestabes Medan didesak untuk menangkap Ainike Salim pemilik saham investasi (arisan) bodong yang telah menipu banyak korbannya.

Pasalnya, sejak dilaporkan korbannya bernama Larasati Ririt Ardina warga Pasar 1, Tanjungsari, Asam Kumbang, pada 1 Oktober 2020 terlapor Ainike Salim pemilik saham investasi bodong masih bebas berkeliaran.

Laporan itu pun tertuang berdasarkan nomor: STTP/2432/X/Yan2.5/2020/ SPKT Polrestabes Medan tanggal 1 Oktober 2020. Larasati mengaku menyetorkan uang sebesar Rp 125 juta kepada Ainike Salim untuk mengikuti bisnis investasi.

"Namun seiring berjalannya waktu bisnis investasi yang dikelola Ainike Salim ternyata bodong dan uang yang saya investasikan turut raib dibawa kabur. Saya harap pihak kepolisian untuk segera menangkapnya (Ainike Salim) karena sudah banyak menipu para nasabahnya serta membawa kabur uang Rp20 miliar," pungkasnya.(DS/rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini