Warga Labuhandeli Perlu Armada Pengangkut Sampah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Warga Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan mengelukan tidak adanya armada pengangkut sampah yang masuk ke lingkungan mereka.

Sehingga, warga banyak yang membuang sampah disembarang tempat bahkan tidak jarang juga sampah dibuang kesungai Deli.

Hal tersebut disampaikan oleh Alfin Hairi salah satu tokoh pemuda saat anggota DPRD Kota Medan Haris Kelana Damanik ST, saat melakukan sosialisasi peraturan daerah Kota Medan nomor 6 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan di Jalan Young Panah Hijau,Kelurahan Labuhandeli, Kec. Medan Marelan, Minggu (11/4/2021) yang diikuti setiap perwakilan warga lingkungan 2, 8 dan 9.

Lanjut Alfin, kalau Pemerintah Kota Medan bisa mengadakan armada dan jadwal pengangkutan yang pasti, warga Labuhandeli pasti akan bisa merubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

"Jangan dibuat bak sampah, karena yang buang sampah nantinya bukan hanya warga Labuhandeli tapi warga luar. Karena ini sudah pernah terjadi dan sampah menumpuk tak terangkat karena jadwal pengangkutan yang tak pasti. Kalau bisa sampah langsung diangkat dengan armada becak atau mobil pak,"cetusnya.

Sementara itu, Haris Kelana Damanik ST anggota DPRD Kota Medan mengatakan dirinya siap menyediakan armada pengangkut sampah, sehingga sampah tak menumpuk dilingkungan.

"Saya akan sediakan armada pickup untuk mengangkut sampah milik warga, tapi saya mau setiap kepala lingkungan duduk dulu bersama saya untuk membahas mekanismenya. Karena kita tak mau kegiatan ini berhenti ditengah jalan,"ucap bung Haris sapaan akrabnya.

Haris menjelaskan, sejumlah wilayah di Jawa disana sudah ada bank sampah dimana-mana. Bahkan, katanya, para ibu rumah tangga disamping membuang sampahnya, mereka sebenarnya sedang menabung investasi ekonomi.

“Jadi, sampah bisa mengganggu masyarakat dan bisa menjadi nilai ekonomi. Seperti di daerah Jawa para ibu rumah tangga disana disamping membuang sampahnya dari rumah, juga menabung sampah untuk suatu investasi,” terang Anggota DPRD Komisi 2 itu.

Didalam Perda, tambah Haris juga diatur sanksi, dimana  setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta dan bagi setiap badan/lembaga yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. 

"Jadi, mari kita tidak lagi membuang sampah sembarangan, karena ada sanksinya,"harapnya.

Kegiatan sosialisasi peraturan daerah Kota Medan nomor 6 tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan, berjalan dengan lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan. (Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini