Warga Belawan Demo Gunakan Sampan Mengarungi Banjir Rob

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Puluhan masyarakat Belawan secara spontan melakukan aksi demo terkait banjir rob atau pasang laut di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (27/4/2021).

Aksi dilakukan dengan berkonvoi membentang spanduk dan mengarungi banjir rob menggunakan sampan mengelingi kawasan genangan banjir. Masyarakat berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat segera mengatasi permasalahan banjir rob yang telah menggenangi seluruh kawasan di Kecamatan Medan Belawan.

"Belawan ini sudah tenggelam, jangan biarkan kami terus sengsara. Kami minta pemerintah serius untuk ini, jangan sampai kami terus - terusan begini. Di Belawan banyak perusahaan besar, tapi masalah banjir rob saja tidak bisa diatasi," teriak masyarakat yang protes.

Di areal genangan banjir rob mencapai paha orang dewasa, para pendemo menandatangani protes di kain spnaduk yang telah mereka bentang. Selain itu juga, dua sampan digunakan mereka untuk mengarungi di sekitar banjir rob tersebut.

"Cobalah lihat, sampan saja bisa berjalan di banjir rob. Sebentar lagi kapal - kapal besar itu pun bisa jalan di banjir ini. Jangan biarkan kami tenggelam," teriak masyarakat lagi.

Selama aksi demo berlangsung, suasana di persimpangan Bank Mandiri Jalan Sumatera itu menjadi perhatian berbagai pihak yang berada di lokasi tersebut.

Tokoh Masyarakat Belawan, H Irfan Hamidi turut ikut dalam demo itu mengatakan, Belawan adalah pintu gerbang ekonomi nasional, namun saat ini kondisi Belawan sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab, permasalahan banjir rob volumenya semakin tinggi.

"Coba kita lihat sekarang ini, dulunya Jalan Sumatera ini tidak pernah tenggelam. Hampir seluruh kawasan Belawan sudah tenggelam. Saat ini kita tidak bisa memprediksi pasang apa ini. Bisanya pasang besar selalku terjadi 5 tahun sekali, tapi tidak besar seperti ini," katanya.

Mereka berkumpul melakukan aksi demo menuntut pemerintah pusat dan deerah serta perusahaan yang ada di Belawan untuk membuka mata untuk menata Belawan agar bisa terlepas dari banjir rob.

Harapannya, kepada pemerintah pusat, lanjut H Irfan, untuk dapat meneruskan ke Pemerintah Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan serta Pemerintah Deliserdang untuk dapat bersama mengatasi banjir rob di Belawan.   

"Kita sama - sama tahu, Belawan ini berada dikelilingi Deliserdang. Banyak tanaman mangrove di Deliserdang telah beralih fungsi menjadi kawasan tambak dan tanaman sawit. Ini yang menjadi dampak besar yang mempengaruhi banjir rob di Belawan, karena resapan air tidak ada lagi," ungkap H Irfan.

Selain itu, kata H Irfan, kepada perusahaan BUMN di Belawan khususnya PLN, Pertamina dan Pelido serta perusahaan lainnya, agar turut berpikir melakukan kolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung mengatasi banjir rob dalam pembangunann tanggul rob.

"Kami berharap adanya program Port City Structuring Concept, artinya semua harus punya konsep pembangunan di Belawan. Tuntutan kita hari ini segara bangun tanggul rob, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah, kita khawatir tahun 2030 semua di Belawan bakal tenggelam," cetus H Irfan mengakhiri. (Heri)

Share:
Komentar

Berita Terkini