Wagirin: Pertamina Harus Jujur Ungkapkan Jumlah Kuota Minyak di Sumut

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi oleh PT Pertamina yang berdasarkan naiknya pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) melalui Pergub Nomor 01 Tahun 2021 yang dibuat oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dinilai untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).   

"Niat awal Gubsu sudah baik, untuk meningkatkan PAD Sumut, jadi bukan menjadi masalah baru di Sumut,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Wagirin Arman S.Sos kepada wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (19/4/2021).

Menurut Wagirin, dalam kenaikan BBM Non subsidi tersebut, gubernur jangan menjadi korban. Karena, pergub tersebut lahir agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik.

“Jadi yang paling pokok untuk masalah pajak, harunsya PT Pertamina lebih terbuka berapa jumlah volume minyak yang dikomsumsi masyarakat Sumut perhari, perminggu, perbulan hingga pertahun. Tujuannya, agar masyarakat Sumut mengetahui berapa jumlah liter minyak yang digunakan. Itu penting dan ini butuh kejujuran Pertamina agar lebih jelas," cetus Politisi Senior Partai Golkar ini.

Wagirin menilai, karena dengan penyampaian jumlah kuota minyak di Sumut, maka akan menghilangkan kecurigaan masyarakat akan produsen minyak selama ini. Karena, segala sesuatunya, dampak apa saja bisa terjadi, termasuk dampak ekonomi, politik dan kesejahteraan rakyat.

"Kita harap keterbukaan Pertamina bisa dilakukan dalam menyampailan jumlah kuota volume yang digunakan di Sumut, sehingga menjadi lebih transparan," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini