Pukuli Ibu Kandung, Terdakwa Rahim Diadili di PN Medan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Terdakwa Rahim Fauzi Sitanggang (23) warga Jalan Pasar 3 Gang Cempaka Kecamatan Medan Perjuang yang tega menganiaya dibagian pelipis mata Tuti Yusnita yang merupakan ibu kandungnya yang sudah berusia lanjut di adili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (28/4/2021).

Saat memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizqi Darmawan, ibu kandung terdakwa tampak menangis terseduh. 

Dalam keterangan Tuti Yusnita yang didampingi Yuni adik kandung terdakwa membenarkan kalau dirinya dianiaya anak kandungnya sendiri.

"Penganiayaan itu terjadi hanya lantaran persoalan sepele. Awalnya terdakwa meminta uang kepada neneknya," ucap ibu kandung terdakwa menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Saksi korban juga mengatakan kalau terdakwa sudah diberi Rp100 ribu namun terdakwa meminta tambahan lagi Rp 50 ribu.

Mengetahui terdakwa meminta uang pada neneknya, kemudian ibu terdakwa menyambut sambil berkata uang apalagi tadikan udah dikasih.

"Saya hanya mengatakan pada anak saya uang apalagi, tadikan udah dikasih," ungkap ibu terdakwa menceritakan sambil mengusap air matanya dengan kain jilbab yang dipakainya.

Mendengar perkataan ibunya, terdakwa tiba-tiba emosi, dan kemudian langsung menghampiri ibunya (saksi korban), sambil berkata 'Apa Kau, Diam Aja Kau Anji..," ujar terdakwa pada ibu kandungnya.

Sejurus kemudian lalu terdakwa  Fauzi Sitanggang memukul ibu yang melahirkan dan membesarkannya  dengan sekuat tenaganya menggunakan tangan kanannya.

"Sekuatnya dia (terdakwa) memukul saya pak hakim, pukulannya kuat  mengenai pelipis mata sebelah kiri saya," jelas ibu kandung terdakwa yang langsung diamini Yuni anak perempuan saksi korban.

Kepada Majelis Hakim, Ibu malang tersebut kembali menjelaskan setelah memukulnya, terdakwa langsung pergi meninggalkan rumah.

"Setelah memukul, mengenai pelipis mata sebelah kiri saya hingga biru dan memar lalu anak saya itu langsung pergi meninggalkan rumah," tegasnya.

Saat ditanya Mejelis Hakim, untuk apa terdakwa minta duit, ibu terdakwa malu-malu menjawab dan hanya mengatakan untuk jajan, namun dengan suara perlahan sang ibu mengaku kalau anaknya pemakai narkoba.

"Ya udah, sudah saya duga tadi," ucap Majelis Hakim.

"Ya Pak hakim memang anak saya itu pemakai narkoba, bisa jadi untuk membeli narkoba jenis sabu," kata ibu terdakwa yang lagi-lagi diamin Yuni.

Kembali di tanya hakim, akibat dipukul itu, berapa hari baru sembuh memar dan luka lebam dibagian pelipis mata ibu?. 

"Kira-kira ada satu minggu pak hakim," ucapnya.

Sementara kata sang ibu, merasa teraniaya, dirinya pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Petugas langsung merespon dan menangkap terdakwa Fauzi Sitanggang. 

Sebelum menutup sidang, Majelis Hakim sempat menanyakan apakah saksi korban telah memaafkan perbuatan anaknya itu, dengan berurai air mata sang ibu lalu menjawab sudah. 

"Sudah saya maafkan pak hakim,  namanya juga anak, tapi saya tidak menyesal dia masuk penjara. Mudah-mudahan biar ada perubahan sama anak saya nantinya," harap sang ibu. 

Usai mendengar kesaksian sang ibu dan Yuni lalu Mejelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Diketahui dari dakwaan JPU, akibat perbuatan terdakwa penganiaya ibu kandungnya sendiri itu dikenakan dengan Pasal 44 ayat 1 UURI No 23 tahun 2004 tentang pengjapusan kekerasan dalam rumah tangga sub 351 ayat 1 jo Pasal 64 KUHpidana.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini