Gema Sicike-cike Dairi Minta Demo Anarkis & Tak Patuhi Prokes Ditindak Tegas

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Bertempat  di Kantor Gema Sicike-cike, Jalan Simsim, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi Pengurus Organisasi Kepemudaan Pakpak, Gema Sicike-cike menyampaikan pernyataan sikap terkait demo yang dilakukan masyarakat di depan Kantor Bupati Dairi.

Dimana demo yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes), sehingga bisa menyebabkan klaster baru penyebaran virus corona. 

"Selain itu aksi demo yang dilakukan di bulan suci Ramadhan sempat anarkis, yang menyebabkan kerusakan dan penganiayaan salah seorang anggota Satpol PP," kata Tampak Kudadiri Ketua Umum Gema Sicike-cike, didampingi Sekretaris Fahreja Anjas Ujung dan bendahara, Rahman Angkat, Rabu (21/4/2021).

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan, yakni 

1.Kami dari DPP Gema Sicike-cike, mengutuk keras aksi anarkis di Kabupaten Dairi.

2.Meminta pihak keamanan agar bertindak tegas terhadap aksi kerumunan massa di masa pandemi Covid-19 dan di bulan suci Ramadhan.

3.Kami dari DPP Gema Sicike-cike

siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban di Kabupaten Dairi terkhusus di bumi sulang silima.

5.DPP Gema Sicike-cike siap bergandengan tangan dengan pemerintahi Kabupaten Dairi dalam mewujudkan Dairi nyaman dan unggul.

6.Kami dari DPP Gema Sicike-cike meminta klarifikasi Bapak Junimart Girsang atas kehadirannya di tengah-tengah kerumunan aksi masa pada masa pandemi sekarang.

Pada kesempatan itu, Tampak Kudadiri juga meminta kepada pihak keamanan untuk menindak tegas aksi demo anarkis dan tak mematuhi Prokes, yang dilakukan masyarakat di depan Kantor Bupati Dairi selama dua hari berturut-turut.

"Menyampaikan aspirasi itu wajar asal tetap mematuhi Prokes yang telah diimbau oleh pemerintah, karena itu demi keselamatan bersama, agar kita masyarakat Dairi terhindar dari penularan virus corona," sebut Tampak.

Selanjutnya, Sekretaris DPP Gema Sicike-cike, Fahreja Anjas Ujung mengatakan, dalam menyampaikan aspirasi tidak harus mengerahkan masa dalam jumlah banyak, apalagi sekarang bangsa Indonesia lagi dilanda wabah Covid-19.

"Artinya tidak harus berkerumun, kalau ingin menyampaikan aspirasi cukup perwakilan saja dan  tidak harus anarkis apalagi semalam sampai timbul pengerusakan, itu yang kita sesalkan," ujar Anjas seraya berharap aksi serupa tidak terulang lagi. (ds/hartono)

Share:
Komentar

Berita Terkini