Dua Kurir Pil Ekstasi Sebanyak 2 Ribu Butir Ini Dituntut Berbeda

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Terdakwa Gimin Simatupang alias Gimin (49) warga Jalan Wal Afiat Lk II Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara dituntut 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sani Sianturi saat di persidangan yang di gelar di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (15/4/2021).

"Meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Gimin selama 14 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan penjara," ucap JPU Sani dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan, SH, MH.

Selain itu, dalam berkas terpisah JPU juga menuntut terdakwa Ahmad Dhairobi alias Robi 11 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan penjara.

Setelah mendengar tuntutan JPU, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Mengutip dakwaan JPU menyebutkan berawal pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 Wib  ketika terdakwa Gimin berada di rumah terdakwa Ahmad Dhairobi alias Robi. Robi dihubungi oleh saksi Ahmad Firlana dan saksi Dedi Candra Damanik (keduanya anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli) mengatakan “ada barang inex aku mau ngambil seribu butir” lalu Robi jawab “siapa yang mau beli”, dan saksi Ahmad Firlana dan saksi Dedi Candra Damanik jawab “ada kawanku mau bawa ke siantar”. 

Kemudian Robi bertemu dengan saksi Dedi Candra Damanik dan pada saat bertemu dengan saksi Ahmad Firlana dan saksi Dedi Candra Damanik lalu saksi Dedi Candra Damanik mengatakan “ada barangnya hari ini mau ngambil seribu butir”, lalu saksi Robi jawab “kalau hari ini tidak adalah bang, tunggu saya tanyakan dulu sama kawan saya”. Dan saat itu saksi Dedi Candra Damanik menyerahkan handphonenya lalu saksi Ahmad Firlana berkata “ambilkanlah dua ribu butir, uangnya kes, urusannya sama adekku aja” lalu saksi Ahmad Dhairobi Als Robi jawab “oke, besoklah kepastiannya”. 

Kemudian sekira pukul 18.00 Wib Robi menghubungi Mukmin Mulyadi (DPO) dan berkata “bang, ada obat abang” dan Mukmin Mulyadi jawab “mau berapa banyak” lalu Robi jawab “mau dua ribu kes uangnya” dan Mukmin Mulyadi berkata “datanglah kau ke gudang, malam ini biar cerita kita”. Lalu sekira pukul 21.00 Wib Robi menemui Mukmin Mulyadi di sebuah gudang yang terletak di Jalan Sudirman Tanjung Balai dan pada saat Robi bertemu dengan Mukmin Mulyadi. Lalu Robi berkata “ada barangnya bang?” dan Mukmin Mulyadi jawab “ ada punya om gimin, tunggu ku telepon dia”.  

Lalu Mukmin Mulyadi menghubungi terdakwa, Lalu Mukmin Mulyadi berkata “om gimin ada barang itu lagi, mau ngambil banyak ini kes dua ribu butir” lalu terdakwa jawab “ ada, tapi kali tujuh puluh ribu sebutir”, kemudian Mukmin Mulyadi jawab “ia, kali delapan puluh lima ribu / butir kami jual, sepuluh sama om perbutir” lalu terdakwa jawab “ok, besok”.  Kemudian terdakwa pergi menemui Boy (DPO) di sebuah rumah yang terletak di Jalan Rambutan Kecamatan Tanjung Balai Selatan dengan mengendarai 1 unit Sepeda Motor Merek Honda Vario berwarna Hitam les merah. 

Setelah terdakwa bertemu dengan Boy, lalu Boy menyerahkan 1 bungkusan yang berisi 2000 butir pil ekstasi, selanjutnya terdakwa langsung menemui Mukmin Mulyadi di depan sebuah gudang yang terletak di Jalan Sudirman Tanjung Balai dan setelah terdakwa bertemu dengan  Mukmin Mulyadi lalu terdakwa menyerahkan bungkusan tersebut kepada Mukmin Mulyadi. 

Kemudian, terdakwa Gimin dan Robi ditangkap dan ditemukan barang bukti sebanyak 2 ribu butir Narkotika jenis Pil Ekstasy berwarna coklat berbentuk kepala moyet yang dibungkus dengan dua buah plastik bening tembus pandang yang keseluruhannya seberat 840 gram netto didalam Kotak Kardus dan dimasukkan kedalam Kantongan Plastik warna hitam.

Selain itu turut disita 1 unit Handphone merek Samsung warna hitam, 1 unit Sepeda Motor Merek Honda Vario berwarna Hitam les merah dan 1 buah Baju Kaos Oblong tanpa kerah berwarna coklat yang bagian depannya terdapat gambar hewan dan bertuliskan Olimpic National Park. Selanjutnya terdakwa bersama dan terdakwa  berikut dengan barang bukti dibawa ke Kantor Polisi Ditresnarkoba Polda Sumut.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1)  UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini