Tuahman: Masih Banyak Warga Medan Yang Belum Miliki KK dan KTP

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Masyarakat Kota Medan disarankan agar mengurus data kependudukan seperti kartu keluarga (KK) dan KTP, agar jika ada program bantuan pemerintah baik itu jaminan kesehatan, program keluarga Harapan (PKH), subsidi listrik ataupun bantuan sosial dan kemasyarakatan lainnya, bisa mendapatkan bantuan-bantuan tersebut. 

"Kita minta masyarakat harus mengurus data kependudukan yang diiringi pemutakhiran dan validasinya. Karena setiap bentuk bantuan dari pemerintah, jika ingin mendapatkannya harus memiliki KK dan KTP. Ini sangat penting. Karena administrasi kependudukan merupakan identitas kita warganegara mana," kata Ketua Fraksi Partai NasDem dr Tuahman Franciscus Purba kepada wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (1/3/2021). 

Hal ini diungkapkan dr Tuahman karena pada saat melaksanakan reses di daerah pemilihan (Dapil) Sumut II, seperti Medan Polonia, Medan Baru, Sunggal dan Helvetia beberapa hari lalu, masih ada masyarakat yang hingga kini belum memiliki data kependudukan.

Tuahman juga menjelaskan berpesan kepada seluruh kepala lingkungan (Kepling), lurah dan camat agar membantu dan mempermudah urusan warganya yang ingin mengurus administrasi kependudukan.

"Karena setiap bantuan dari pemerintah, Kepling menerima atau mendata secara objektif mana warganya yang berhak menerima bantuan. Kemudian data tersebut nantinya akan dibahas di kelurahan melalui musyawarah. Pada musyawarah itulah nantinya diketahui mana warga yang memang benar-benar berhak mendapatkan bantuan," terangnya. 

Kedepan, lanjut Tuahman, dirinya akan memanggil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut untuk mengatasi persoalan ditengah-tengah masyarakat tentang pengurusan dan kepemilikan KK dan KTP masyarakat. 

"Intinya masyarakat perlu 'sentuhan' dari pemerintah. Khususnya pengurusan administrasi kependudukan. Maka perlu bagi pemerintah membuat pertemuan atau sosialisasi dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki KK dan KTP," tandasnya. 

Tuahman juga mengungkapkan pada saat reses di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Polonia, tidak terdapat puskesmas, sehingga masyarakat harus pergi ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 

"Miris kita, tidak adanya Puskesmas di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia yang wilayahnya sangat dekat dengan pusat kota," ucapnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini