Soal Proyek Jalan Sitinjo, DPRDSU Desak BBPJN 1 Medan Tegur PT WIKA

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJPN) 1 Medan didesak agar menegur PT WIKA yang lamban mengerjakan proyek perbaikan  jalan nasional Sidikalang - Medan Kilometer 6,5 Desa Sitinjo,  Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, sehingga menimbulkan protes dari masyarakat.

"Kepala BBPJN I Medan harus segera menegur dan memerintahkan PT Wika "mengkebut" dan menyelesaikan proyek jalan sesuai waktu yang telah ditetapkan, karena masyarakat pengguna jalan sangat terganggu," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Drs Baskami Ginting kepada wartawan di ruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (19/3/2021).

Baskami menanggapi hal ini dikarenakan banyaknya keluhan masyarakat pengguna jalan terkait lambatnya proses perbaikan jalan, sehingga sangat mengganggu arus lalu-lintas, karena jalur Medan - Sidikalang terpaksa dialihkan  melalui jalur darurat melintasi areal perladangan warga.

"Wajar masyarakat pengguna jalan mengeluh dan menilai proses pekerjaan jalan amblas dan putus ini sangat lambat, karena BBPJN I Medan pernah menjanjikan dalam waktu 3 Pekan proyek tersebut  tuntas. Tapi ini sudah berjalan 3 bulan (Januari - Maret), tapi tak kunjung selesai," ketus Baskami.

Maka dari itu, Politisi Senior PDI Perjuangan Sumut ini mengingatkan BBPJN I Medan untuk lebih tegas terhadap rekanan yang mengerjakan proyek jalan  tidak tepat waktu, guna menghindari kerugian masyarakat dan para sopir yang terpaksa melintasi jalan darurat yang hancur.

"Semua pihak hendaknya serius mengerjakan proyek ini, karena jalan tersebut sangat vital dilalui masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dari desa ke kota dan sejak jalan itu putus,  transportasi pengangkutan hasil pertanian terganggu dan otomatis perekonomian masyarakat juga bisa lumpuh," cetusnya.

Tidak hanya itu, Baskami juga menyesalkan pernyataan PT Wika yang mengatakan, pekerjaan proyek jalan masih sesuai jadwal, sebab sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) proyek ini selesai 11 April 2021 mendatang.

"Sah-sah saja sesuai SPMK mereka, proyek itu selesai 11 April 2021 mendatang, tapi awal dimulainya proyek tersebut, mereka berjanji menyelesaikannya dalam waktu 3 Pekan. Sebaiknya janji yang telah diucapkan, ditepati, jangan dibohongi masyarakat," tandasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini