Sidang Perkara Sabu Seberat 1 Kg, Terdakwa Bantah Dakwaan Jaksa

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Sidang kasus kepemilikan sabu seberat 1 kg dengan terdakwa Muhammad Taufik Ramadhan yang digelar di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/3/2021) berlangsung tegang. Hal itu bermula dari terdakwa yang membantah dakwaan Jaksa Sabrina saat dimintai keterangan secara daring di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Donald Panggabean.

Dalam persidangan Taufik mengaku dirinya hanya diajak makan mie pangsit di Jalan Cengkeh oleh Teguh (DPO).

“Waktu itu saya hanya diajak oleh Teguh untuk makan mie pangsit dikawasan Jalan Cengkeh,” katanya sembari mengatakan bahwa sebelum itu memang ada bertemu dengan seseorang di Jalan Flamboyan, namun tidak mengenal orangnya dan baru kenal dengan Reza setelah dikantor Polisi.

Menjawab pertanyaan dari Bambang Hendarto selaku penasehat hukumnya, apakah terdakwa ada menerima uang senilai Rp 100 ribu, Taufik menjawab tidak ada.

Selain itu Taufik juga menjelaskan bahwa ia dan Teguh bertetangga dan sama-sama tinggal dikawasan Jalan Tembakau III Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.

Didalam persidangan anggota Majelis Hakim Denny Lumban Tobing sempat mempertanyakan kepada JPU tentang keterkaitan barang bukti handphone milik terdakwa Taufik.

"Apakah ada menyangkut transaksi sabu tersebut, kalau tak ada, itu harus dikembalikan, coba tanya lagi," tegas Majelis Hakim.

Mendengar itu, penuntut umum pun menanyakan kepada terdakwa mengenai handphone. 

"Apakah ini handphone milik mu?," tanya Jaksa lalu terdakwa membenarkan bahwa itu miliknya.

Dan saat ditanya JPU gimana cara Teguh mengajaknya makan?,  apakah melalui telephon?. Kembali terdakwa mengatakan tidak ada.  

"Tidak ada melalui telephon, karena rumah saya dan Teguh depan-depanan rumah jadi diajaknya saja tanpa ada perencanaan," ungkap Taufik.

Setelah mendengar keterangan Taufik, Majelis Hakim menunda persidangan hingga dua pekan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Sementara saat diluar sidang, Bambang Hendarto selaku penasehat hukum terdakwa menyebutkan bahwa kliennya tidak ada kaitannya dengan perkara 1 kg sabu tersebut.

"Terdakwa tidak ada kaitannya dalam perkara ini sama sekali tidak. Dia (terdakwa, red) hanya diajak makan mie pangsit hanya sebatas itu. Dan soal penyerahan bungkusan dari Teguh kepada Reza, terdakwa juga tidak mengetahui. Bahkan saat makan mie Pangsit si Teguh tidak ada bercerita tentang itu kepada terdakwa. Dia itu hanya diajak Makan Mie Pangsit, terlebih lagi Taufik dan Teguh rumah mereka depan-depanan atau bertetangga. karena niat baik ia pun menerima ajakan itu,” terangnya.

Selain itu, Bambang juga mengatakan bahwa Reza hanya diam saat Polisi menangkap Taufik karena yang mereka tangkap dan bawa bukan lah teguh.

“Jadi saat polisi mau menangkap Teguh, justru sudah bertemu dengan Teguh, namun anehnya polisi tidak langsung menangkap dan justru percaya ketika Teguh menunjuk rumah Taufik lalu membawanya. Anehnya lagi Reza hanya diam saat Polisi menangkap Taufik karena yang mereka tangkap dan bawa bukan lah teguh. Disini sangat jelas bahwa Taufik tidak tahu apa yang dibawa Teguh apalagi mengenal Reza, karena mereka bertetangga dan diajak makan mie pangsit langsung menerima ajakan tersebut tanpa menaruh curiga,” terang Bambang sembari menegaskan uang Rp100 ribu hanya dijanjikan saja dan tak pernah diterima oleh terdakwa.

Selain itu saat penangkapan terhadap kliennya tidak ada barang bukti yang diamankan oleh petugas kepolisian.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini