Setahun Landa Sumut, Satgas Covid 19 Harus Fokus Pengawasan & Sosialisasi

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan satuan tugas (Satgas) di kabupaten/kota diingatkan bahwa tanda-tanda Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) belum berakhir, meski sudah 1 tahun melanda provinsi ini. 

"Satgas harus lebih fokus lagi pada sosialisasi pencegahan Covid 19 dan pengawasan, karena saat ini kedua fungsi tersebut masih sangat lemah terutama di kabupaten/kota, sehingga menjadi salah satu penyebab penanganan dan penanggulangan Covid-19 lamban," tegas Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Dimas Triadji S.I.Kom di ruang kerjanya Gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (2/3/2021) dalam merespon sudah 1 tahun Covid 19 melanda Sumut yang dimulai sejak 2 Maret 2020 dan angka korban meninggal yang mencapai 830 jiwa.

Dimas juga mengungkapkan bahwa dirinya mengapresiasi semua langkah yang telah diambil Pemprovsu dan semua pihak dalam menanggulangi Pandemi Covid 19, namun ada beberapa catatan penting yang diserap pada saat reses DPRD Sumut Pekan lalu di Kabupaten Serdang Bedagai-Tebing Tinggi. Di mana saat sampai saat ini masih belum ada sosialisasi dan pengawasan khusus terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Dan ini harus segera direspon Pemprovsu melalui Satgas. Karena ketika saya tanya masyarakat,  kepala desa dan lurah hingga camat di Sergai, tidak tahu kepanjangan PPKM, apalagi mengerti. Saya rasa perlu diperhatikan regulasi yang dibuat itu. Jangan hanya digaungkan dan dikoarkan ditingkat provinsi saja. Harus sampai ke desa dan dusun yang ada di provinsi ini," cetus politisi muda Partai NasDem ini. 

Dimas yang juga Sekretaris Fraksi Partai NasDem ini juga mengingatkan bahwa PPKM ini sudah dimulai dari awal Februari 2021 sampai pertengah. Kemudian dilanjutkan dari pertengahan Februari sampai akhir. 

"Ini dilanjutkan kembali sampai 14 Maret 2021. Tapi gaungnya tak sampai ke desa dan dusun. Termasuk di Sergai. Kita melihat fakta, bahwa akibat PPM tidak tersosialisasi, masyarakat disana bebas menggelar pesta, kumpul-kumpul dan tak peduli lagi dengan Covid-19. Bagaimana pandemi mau berakhir," cetusnya. 

Padahal, lanjut Dimas, PPKM menjadi instrumen cukup penting untuk menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes), yakni dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan menggunakan Hand Sanitizer.

tidak hanya itu, tambah Dimas, catatan lain adalah edukasi dan pengawasan menjadi bagian intergral yang perlu direspon serius oleh Satgas Sumut bersama kabupaten/kota. 

"Selama 1 tahun Covid 19 melanda Sumut, berdasarkan catatan kita, fungsi pengawasan dan edukasi perlu diintensifkan di daerah yang masuk kategori zona merah. Ini perlu dilakukan terus menerus mengingat penyakit ini tak kenal waktui menyerang korbannya," paparnya. 

Selain itu, masih kata Dimas, khusus penanganan dampak Covid-19, program vaksinasi perlu dipercepat dan dilakukan terukur, dan terfokus, lebih-lebih menjelang dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Vaksinasi harus segera dan tidak boleh diulur lagi karena kita sekarang berjuang melawan Covid 19," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini