RS Bunda Thamrin Tak Lagi Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, DPRD Medan Curiga ada Masalah

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Bpjs kesehatan

dailysatu.com- Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga mencurigai BPJS Kesehatan tak lagi bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin, Medan karena ada masalah.

Sebab, menurut Ihwan Ritonga BPJS Kesehatan tak akan memutuskan hubungan kerja dengan rumah sakit kecuali rumah sakitnya "nakal".

"Jadi info yang saya dapat dari pihak BPJS pemutusan kerjasama itu, karena diduga ada semacam Mark Up data pasien BPJS dan tidak konsisten terhadap tagihan-tagihan. Sehingga BPJS mengambil tindakan tegas pemutusan," ungkap Ihwan Ritonga, Kamis (18/3/2021).

Ihwan bila dugaan mark up itu terjadi, itu ada pidananya dan ini menjadi tantangan bagi Kapoldasu yang baru bertugas di Sumatera Utara (Sumut).

"Tidak ada rumah sakit yang diputus dengan BPJS Kesehatan, kecuali rumah sakitnya nakal. Ini tantangan bagi Kapolda Sumut yang baru. Karena saya baca di beberapa media, ada juga kasus mark up data pasien di daerah lain yang diproses," ungkap politisi Gerindra itu. 

Atas dasar itu, DPRD Kota Medan melalui Komisi II akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil BPJS Kesehatan dan RS Bunda Thamrin untuk mendengarkan penjelasan mereka terkait masalah itu.

"Dalam waktu dekat ini akan dijadwalkan RDPnya. Bisa jadi minggu depan," paparnya.

Lebih lanjut Ihwan Ritonga menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan karena telah tegas memutuskan kerjasama dengan rumah sakit tersebut. 

Terpisah, manajemen RS Bunda Thamrin tak bersedia dikonfirmasi terkait masalah tersebut.

"Manajemen sedang rapat pak," ungkap karyawan RS Bunda Thamrin yang tak bersedia menyebutkan namanya itu. (DS/Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini