Proyek Penanggulangan Banjir Sungai Belawan Kembali Dipertanyakan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com -  Proyek Penanggulangan Banjir Sungai Belawan menggunakan dana APBN tahun 2020 senilai Rp. 9.085.651.300 yang dikerjakan kontraktor CV. YL di Kec. Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang dipertanyakan.

Pasalnya, proyek tersebut dinilai sarat masalah mulai pengerjaan yang terkesan ditinggalkan.

"Pada perinsipnya kita dukung pembangunan Pemerintah seperti pelaksanaan proyek pembangunan penanggulangan banjir sungai Belawan itu, namun bukan berarti masyarakat diam dengan adanya indikasi-indikasi yang tidak baik dalam pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan Kepres Nomor : 42 Tahun 2002 tentang peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN)," ucap A. Ahmad (49) salahbsatu aktifis pemerhati pembangunan ketika dimintai tanggapannya terkait proyek yang gunakan APBN. 

Lanjut A. Ahmad pihaknya bersama masyarakat lainnya, akan melaporkan temuan-temuan yang dinilai bermasalah dalam pembangunan penanggulangan banjir Sungai Belawan. 

"Sejumlah point-point yang kami temukan dalam bangunan penanggulangan banjir sungai Belawan akan kita laporkan kepada pihak berwenang, termasuk robohnya beronjongan. Meskipun sudah diperbaiki, namun itu menunjukkan bangunan beronjongan patut diduga bermasalah dari sejak awal pembangunan," tegas A. Ahmad.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II Maman Noprayamin, ST.MT ketika dikonfirmasi Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera)  terkait pelaksanaan proyek pembangunan penanggulangan banjir sungai Belawan yang dilaksanakan kontraktor CV. YL tidak menjawab.(red)

Share:
Komentar

Berita Terkini