Pansus Minta Pemko Medan Maksimal Turunkan Angka Penderita Covid-19

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Rapat paripurna DPRD Kota Medan, Senin (29/3/2021). (Foto: dailysatu.com)


Dailysatu.com- Seiring dengan masyarakat sudah menantikan kondisi normal dari aktifitas ekonomi berjalan normal, Panitia Khusus (Pansus) Covid 19 DPRD Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengoptimalisasikan potensi secara menyeluruh, agar jumlah penderita covid 19 berkurang. 

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Covid 19 DPRD Medan, Robi Barus, saat melaporkan hasil pembahasan Pansus Covid 19 DPRD Medan, pada rapat paripurna DPRD Medan, Senin (29/3/2021). 

Robi menjelaskan dalam pembahasan Pansus Covid-19 telah melakukan pembahasan pelaksanaan Gugus Tugas Covid-19 dengan beberapa OPD dan pihak terkait sehingga menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya, menyegarkan pembahasan Ranperda Kota Medan tentang penanggulangan dan pengendalian Covid-19, Pemko mempertanggungjawabkan anggaran Covid-19 sebesar Rp 500 miliar.

Kemudian Pemko segera merealisasikan dana relaksasi pertumbuhan ekonomi Rp 100 miliar, Pemko Medan juga menyediakan hepa filter di tempat-tempat yang strategis dan Dinas Kesehatan untuk selalu terlibat didalam penanganan Covid-19.

Pemko Medan juga diminta membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penyemprotan disinfektan yang lebih aman bagi masyarakat, strealisasi alat kesehatan di setiap rumah sakit wajib menggunakan sinar UV, RS Pirngadi Kota Medan dapat menambah ruang isolasi, setiap rumah sakit rujukan covid 19 wajib menyediakan hepa filter dan setiap kegiatan yang bersifat darurat agar melibatkan DPRD Kota Medan selaku pengawas anggaran.

Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE menyatakan, laporan Pansus penanganan pencegagan dan penyebaran covid 19 untuk segera melakukan pembahasan Ranperda Kota Medan.

“Kita meminta Pemko drgera mempertanggungjawabkan anggaran covid 19 sebesar Rp 500 miliar dan realisasikan pertumbuhan ekonomi Rp 100 miliar,” pungkasnya.

Wali Kota Medan, M Bobby Afif Nasution, mengatakan, pandemi covid 19 telah menyebar hampir ke seluruh daerah di Indonesia termasuk Kota Medan. Hal ini menimbulkan dampak bagi masyarakat tidak hanya dampak kesehatan, juga dampak perekonomian dan kondisi sosial.

“Di tahun 2020, Pemko Medan telah melakukan 5 kali perubahan anggaran dan telah mengalokasikan belanja tak terduga untuk pengamanan covid 19 sebesar Rp 500 miliar. Dan untuk tahun 2021 belanja penanganan covid 19 sebesar Rp 67 miliar dan 8 persen dari DAU dengan total Rp 122 miliar untuk penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial dan dampak ekonomi,” jelas Bobby. (DS/ Dik)


Share:
Komentar

Berita Terkini