Kisruh Rencana Pembangunan SPBU Shell, Ketua DPRD Medan: Izinnya Bisa Ditinjau Kembali

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
dailysatu.com- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE ikut sidak ke lapangan bersama Komisi IV, meninjau lokasi rencana pembangunan SPBU Shell di Jalan Wahidin, Medan, Senin (29/3/2021). Di lokasi, sejumlah warga yang menolak pembangunan SPBU Shell itu telah berkumpul, menanti kehadiran rombongan DPRD Kota Medan bersama instansi terkait. 

Hasyimm SE mengatakan kehadirannya bersama rombongan Komisi IV DPRD Kota Medan untuk melihat langsung lokasi rencana pembangunan SPBU Shell tersebut. 

 "Kita harus melihat fakta. Tadi kan hadir semua warga yang bersebelahan dengan lokasi. Setelah kita tanyakan, mereka serentak menjawab menolak pembangunan SPBU ini," kata Hasyim. 

Terkaitt dengan telah keluarnya izin membangun SPBU Shell itu, Hasyim mengatakan bahwa izin tersebut bisa ditinjau kembali. Karena, ternyata ada sejumlah warga yang menolak rencana pembangunan SPBU Shell itu. 

 "Kalau menurut dari Dinas Perizinan Terpadu, izinnya bisa ditinjau kembali karena ada yang tidak sesuai prosedur. Prosedurnya apa? Warga tidak setuju dengan pembangunan itu," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan permasalahan ini muncul karena warga sekitar merasa tidak mendapatkan sosialisasi dari pihak Shell terkait rencana pembangunan SPBU Shell itu. 

"Ini kan karena sosialisasinya tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," paparnya. 

Sementaraa itu, mewakili warga, Paul mengatakan alasan warga tidak setuju dengan rencana pembangunan SPBU Shell itu karena lokasinya terlalu berdekatan dengan rumah warga. Selain itu, Paul menambahkan terdapat gedung Sekolah Dasar (SD) berdekatan dengan lokasi tersebut.

 "Dari segi keamanan, ya sangat membahayakan. Lagi pula, saat pihak Shell mendata, mereka seperti survei saja, dengan kasih pertanyaan, apakah warga setuju atau tidak setuju. Kami jawab tidak setuju lah," tegasnya. (DS/ Dik)
Share:
Komentar

Berita Terkini