Bongkar Prostitusi Anak, Polres Belawan Ringkus Mucikari & Pria Hidung Belang

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap Protitusi anak secara online dan  mengamankan mucikari serta penyewanya.

Dalam prostitusi anak secara online ini, para pelaku menawarkan para korbannya melalui media sosial messenger.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr. M. Dayan SH,MH didamping Waka Polres Kompol Herwansyah serta Kasat Reskrim AKP I Kadek SH saat konferensi pres, Selasa (02/03/2021) di aula Polres Pelabuhan Belawan.

"Dalam kasus ini kita berhasil mengamankan dua orang masing - masing bernama Trisnawati Silitonga Als Wati (18) warga Jalan P. Samosir, Kec. Medan Belawan selaku mucikari dan Florencius Silalahi alias Rendi (36) warga Jalan Purwosari Brayan Bengkel selaku penyewa. Sedangkan untuk korban prostitusi berinisial SR (14) warga Lorong V umum, Kel. Bagan Deli,"ucap Kapolres.

Lanjut AKBP Dayan, kasus ini berhasil diungkap berdasarkan laporan orang tua korban yang anaknya menjadi korban.

"Orang tua korban mendatangi Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan melaporkan kalau anaknya menjadi korban prostitusi, berdasarkan laporan tersebut tim Reskrim langsung bergerak melakukan penyelidikan,"cetusnya.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengetahui pelaku prostitusi anak secara online, tim langsung bergerak dan melakukan penangkapan.

"Pertama kita amankan mucikarinya Wati lalu dikembangkan ke penyewa Rendi, dari keduanya kita berhasil mengamankan barang bukti satu kunci mobil, uang sebanyak Rp 520 ribu dan 4 unit Hp,"jelas AKBP Dayan.

"Jadi setiap kali pemesanan Wati selaku mucikari mendapat bagian Rp 30 ribu,sedangkan korban SR mendapat upah sebanyak Rp 450 ribu. Korban sudah digauli sebanyak dua kali didua hotel yang berbeda di Kota Medan dan Binjai,"tambah Kapolres.

Kedua pelaku masih terus menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyedik.

"Kita terapkan pasal 88 UU RI no.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun anak dan Pasal 332 KUHPidana dengan hukuman penjara 7 tahun pidana,"tandas AKBP Dayan.(Heri)

Share:
Komentar

Berita Terkini