Belajar Daring Tak Bisa Dipertahankan lagi, Pemprovsu Diminta Buka Belajar Tatap Muka

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

dailysatu.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) mengusulkan kepada Pemerintah Provsu melalui Dinas Pendidikan Sumut agar segera membuka proses belajar-mengajar tatap muka mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA/SMK. 

Hal ini dikarenakan, kata Ketua Komisi E DPRD Sumut Dimas Triadji S.Ikom, pembelajaran dengan sistim daring sudah tidak dapat lagi dipertahankan. Karena berdasarkan dari hasil kunjungan kerja (Kunker) pihaknya ke sejumlah daerah dan termasuk dari serapan aspirasi masyarakat melalui reses, muncul keluhan dari orang tua agar pemerintah segera membuka pembelajaran tatap muka. 

Saat melakukan Kunker ke Kabupaten Labuhan Batu, Kecamatan Panai Hulu, ungkap Dimas, banyak siswa SMA yang sudah tidak sanggup lagi belajar daring sehingga harus berhenti sekolah dan lebih memilih bekerja di perusahaan kelapa sawit yang ada di Riau dan Pekan Baru bahkan sudah ada siswa yang melangsungkan pernikahan. 

"Saat kunker di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, wali kelas di SMA negeri yang ada di kecamatan itu, mengungkapkan bahwa para siswanya sudah ada yang bekerja mendodos sawit di Riau dan Pekan Baru. Bahkan yang lebih mengejutkan kita sebanyak 26 siswa mereka sudah menikah. Dan untuk pernikahan dini itu kami sudah menanyakan kepada Kementerian Agama Sumut, apakah ada masuk datanya. Namun mereka menjawab bahwa prihal nikah muda ini memang sudah terdengar namun tidak memiliki data karena tidak terdaftar. Inikan sudah gawat," cetus politisi muda Partai NasDem ini saat rapat dengar pendapat Komisi E DPRD Sumut dengan Dinas Pendidikan Sumut yang dihadiri langsung Kadisdik Sumut Prof Syaifuddin di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (16/3/2021). 

Tidak hanya itu, masih kata Dimas, alasan lain mengapa pertemuan tatap muka ini harus segera dibuka, karena sektor lain seperti pusat pembelanjaan atau Mall, arena permainan anak-anak seperti odong-odong, mandi bola, cafe sudah dibuka dan penuh dengan pengunjung. Apalagi rental PlayStation dan Warnet yang pengunjungnya dipenuhi anak usia sekolah sampai larut malam dan tak pakai masker. 

"Kita juga mengkhawatirkan ketika siswa yang lulus sekolah dimasa Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) ini, kompetensi keilmuannya akan diragukan. Karena para siswa belajar dan ujian kelulusan hanya dari rumah, bukan di sekolah,” paparnya.

Dimas meyakini bahwa usulan pertemuan tatap muka ini tidak bermaksud atau memberatkan tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam penangan Covid 19.

“Kita hanya perlu refleksi diri. Sudah 1 tahun lebih sekolah tutup, apa dampak positif yang dihasilkan. Apakah Covid 19 turun. Kenapa selalu berfikir jika dibukanya tatap muka ini selalu memikirkan risiko. Perlu diketahui bahwa semua berisiko. Termasuk RDP kita ini," ketusnya. 

Dimas juga menegaskan, bahwa untuk belajar tatap muka ini Pemprovsu tidak perlu menunggu hingga Bulan Juli 2021. Yang penting bagaimana mekanismenya bisa dijalankan dan disusun bersama dengan instansi yang terlibat termasuk DPRD Sumut. 

"Jadi perlu Saudara Kadisdik ketahui, bahwa para guru sudah bosan dan kerepotan dengan belajar daring yang dilakukan selama satu tahun ini, karena prosesnya tidak merata," tegasnya seraya menambahkan bila perlu Komisi E DPRD Sumut yang langsung bertemu dan berbicara dengan alasan dan pertimbangan yang terukur khususnya dengan hal-hal yang kami temukan dilapabhan yang dilengkapi dengan data kepada Gubsu Edy Rahmayadi untuk mendorong Beliau agar segera membuka belajar tatap muka. 

Oleh karena itu, lanjut Dimas, dengan berbagai macam alasan dan temuan dilapangan, pihaknya mengusulkan Pemprovsu dalam hal ini Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Disdiksu beserta Satgas Covid 19 dan instansi yang terlibat didalamnya, agar mengkaji percepatan pembelajaran tatap muka. Meskipun melalui zonasi daerah hijau yang tren penjangkitannya sudah dapat dikendalikan. 

"Intinya kita minta Pemprovsu segera merumuskan langkah percepatan pertemuan tatap muka yang berkoordinasi dengan Pemkab dan Pemko di Sumut, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan kesehatan siswa," pungkas Dimas yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut ini. 

Menanggapi hal itu, Kadisdik Sumut Prof Syaifuddin mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengikuti kebijakan yang dibuat Gubsu Edy Rahmayadi dan masih menunggu sampai Bulan Juli 2021. 

"Karena itu sesuai dengan ketetapan Pemerintah Pusat. Itupun kita mulai dengan beberapa tahapan seperti dari daerah yang zona hijau, proses pelaksanaan belajar mengajarnya tidak full time seperti biasa," terang Syaifuddin. 

Ketika disinggung kapan Kadisdik akan menyampaikan usulan DPRD Sumut prihal belajar tatap muka, Syaifuddin menjawab akan menjadi perhatian pihaknya. 

"Akan menjadi perhatian kami. Soal kapan, ya setiap hari saya ketemu Gubsu. Bisa besok atau lusa. Pak Edy itu terbuka, kalau memang penting, akan dipertimbangkan," ucap Syaifuddin. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini