Bang Bayek Ingatkan Warga Berdayakan Sampah Saat Sosper Nomor 6 2015

Dibaca:
Editor: dicky irawan author photo
Anggota DPRD Kota Medan menggelar Sosper Pengelolaan Persampahan, Minggu (28/3/2021). (Foto: dailysatu.com)


Dailysatu.com- Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Mulia Asri Rambe mengingatkan warga untuk memberdayakan sampah agar memiliki nilai ekonomis. 

Hal itu diungkapkan Bang Bayek sapaan akrab Mulia Asri Rambe saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bank, Komplek Deli Raya, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli, Kota Medan, Minggu (28/3/2021).

"Masalah sampah menjadi momok bagi masyarakat. Padahal, masyarakat bisa mengelola sampah sehingga memiliki nilai ekonomis. Diluar sana, sampah bisa ditukar dengan emas loh," papar Bang Bayek.

Bang Bayek mengatakan dalam Perda Pengelolaan Persampahan ini menjelaskan tentang cara masyarakat untuk memberdayakan sampah tersebut. Soalnya, Perda itu berasaskan tanggungjawab, asas berkelanjutan, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas ekonomi dan lainnya. 

"Saya mengajak kita, bersama-sama menerapkan Perda ini. Apalagi, Walikota saat ini sudah lebih serius lagi membangun Kota Medan," jelas Bang Bayek.

Untuk itu, Bang Bayek meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk lebih berinovasi lagi untuk membuat program pemberdayaan sampah.

"Seperti program Bank Sampah itu sangat baik. Makanya, kita harus berinovasi terus, agar masyarakat bisa lebih bersemangat lagi mengelola sampah hingga memiliki nilai ekonomis," pungkasnya.

Sementara itu, mewakili Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Nanang mengatakan sampah memiliki nilai ekonomis bila masyarakat bisa mengelolanya dengan baik.

"Seperti sampah unorganic, seperti kaleng, plastik dan lainnya. Itu kan memiliki nilai ekonomis yang lumayan. Sedangkan sampah orgamic adalah sampah yang berasal dari bekas sayuran," ungkapnya.

Untuk itu, Nanang meminta agar masyarakat mau memisahkan sampah organic dan sampah unorganic. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah memberdayakan sampah tersebut. 

"Apalagi, saat ini kita sudah program Bank Sampah. Sehingga, masyarakat bisa membentuk Komunitas Bank Sampah di lingkungannya masing-masing. Ajukan saja ke kami komunitasnya. Minimal, dalam satu komunitas ada 10 sampai 15 orang," paparnya. (DS/Dik)

Share:
Komentar

Berita Terkini