Tingginya Penyebaran Covid 19 di Sumut Akibat Pengawasan PPKM Sangat Lemah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Masih  tingginya tingkat penyebaran Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) di Sumatera Utara (Sumut), diakibatkan Pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumut sangat lemah.

"Diperpanjang pun masa PPKM sejak 15 Februari hingga 28 Februari 2021 oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat dan berkesinambungan oleh Satgas Penanganan Covid-19, khususnya ditempat-tempat biasa berkerumun dan berkumpul, tidak akan maksimal hasilnya," kata Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut dr Poaradda Nababan SpB kepada wartawan diruang kerjanya Gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (17/2/2021).

Berkaitan dengan itu, politisi PDI Perjuangan ini mendesak Gubsu  agar melakukan inovasi secara tegas dan terukur untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 di Sumut yakni dengan memerintahkan Tim Satgas Covid-19 melakukan pengawasan secara ketat tentang pemberlakuan  Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM ditempat-tempat keramaian.

Berdasarkan pengamatan anggota dewan Dapil Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara (Labura) dan Labuhan Batu Selatan (Labusel) ini, semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 ini, akibat kegiatan ibadah, aktifitas di cafe-cafe, hiburan malam, kuliner dan kegiatan pesta adat perkawinan semakin longgar dan semarak dengan  mengabaikan Prokes Covid-19.

"Aturan PPKM yang menetapkan  jam operasional, seperti Mall, cafe atau tempat ngopi, hiburan malam dan tempat keramaian lainnya hingga pukul 21.00 WIB dan untuk hiburan malam hingga 22.00 WIB tidak diindahkan, karena lemahnya pengawasan dari Satgas Covid-19 Sumut," tandas Poaradda.

Poaradda juga mengaku, pihaknya bukan melarang Mall, cafe, tempat ngopi dan hiburan malam dibuka serta pesta adat digelar. Tapi hendaknya mematuhi Prokes Covid-19 secara ketat, guna menghindari semakin tingginya angka pasien terpapar virus yang sangat berbahaya tersebut.

"Kita semua harus memiliki rasa tanggung-jawab untuk memutus mata rantai  Covid-19 ini, sebab pada 15 Februari 2021, tercatat ada penambahan 134 kasus terpapar virus corona. Terjadi peningkatan, jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sehingga dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi PPKM dan Prokes Covid-19," cetusnya. 

Namun dokter spesialis bedah ini sangat berharap agar Gubernur Sumut memerintahkan Satgas Penanganan Covid-19 untuk terus melakukan sosialisasi PPKM sekaligus menindak tegas pengusaha Mall, cafe atau tempat ngopi, tempat hiburan malam yang mengabaikan Prokes serta tidak mematuhi jam operasionalnya yang sudah ditetapkan.(sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini