Terkait Pembangunan Bak Cuci Tangan, Jonson Sitinjak : Saya Juga Heran Sekolah Tidak Ada Air Kok Dibangun

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

Teks foto : Jonson Sitinjak selaku PPK 
dailysatu.com - Terkait pembangunan bak cuci tangan disetiap sekolah SD dan SMP di Kota Siantar, yang dananya cukup lumayan besar sekitar Rp 3,1 Miliyar bersumber dana dari dana insentif daerah (DID) tahun anggaran 2020. Hingga kini terus menjadi sorotan dan perbincangan berbagai kalangan di Kota Siantar.

Bahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jonson Sitinjak juga merasa bingun dengan pembangunan bak cuci tangan tersebut.

"Jangankan wartawan saya selaku PPK juga merasa heran,  masak dibangun bak cuci tangan di sekolah yang tidak memiliki air,"ucapnya saat ditemui wartawan di Kantor di Jalan Merdeka, Jumat (19/02/2021).

Lebih lanjut Jonson mengatakan, proyek bersumber dana DID tahun anggaran 2020 di Dinas Pendidikan Kota Siantar Sebesar Rp 3,1 Miliyar sudah selesai dikerjakan kontraktornya.

"Proyek tersebut sudah selesai dikerjakan, kalau Masalah kran air itu tidak diketahui sebabnya, karena waktu serah terima berita acara kami turun kelapangan semuanya lengkap,"cetusnya.

"Kalau proyek tersebut dikerjakan banyak pemborong, tapi hampir setengah jumlahnya dikerjakan PT Tulung Agung,"tambahnya.

Jonson juga mengatakan, pembangunan bak cuci tangan itu dilakukan untuk memfasilitasi para siswa dimassa pandemig Covid 19 ini.

"Ya kalau ada kejanggalan dilapangan, seperti banyaknya kran air yang sudah tidak terpasang silahkan beritakan. Kalau masalah sambungan intalasi air itu bukan tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan, tapi itu tanggung jawab sekolah masing - masing,"ujar Jonson.

Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan  Kota Siantar R be Marpaung yang coba dikonfirmasi wartawan, Senin (18/02/2021) mengatakan beritakan saja yang baik-baik masalah kran air yang tidak ada, itu di simpan pihak sekolah karena takut hilang.

"Kranya disimpan pihak sekolah, karena takut hilang,"ucapnya singkat.(ES)

Share:
Komentar

Berita Terkini