Sudah Tahunan, DPO Kasus Korupsi Dana Bos SMKN 2 Kisaran Belum Ditemukan Kejari Asahan

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo

dailysatu.com - Sudah tahunan, seorang buronan kasus korupsi yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, belum juga ditemukan. Bahkan,Tim Tabur (Tangkap Buronan) Adiyaksa itu juga belum membuahkan hasil hingga kini.

Sulit ditangkapnya buronan yang bernama Zulfikar, yang merupakan tersangka  kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) sebesar Rp.900 juta di SMKN 2 Kabupeten Asahan tahun 2017 itu, diakui oleh Kasi Intel Kejaksaan Kisaran, Zulham Dams.

Kepada wartawan, Zulham Dams mengaku masih melakukan pencarian terhadap mantan kepala sekolah SMKN 2 tersebut. Bahkan  Pihaknya sudah melakukan pencarian dengan  bekerja sama dengan Dukcapil dan pihak terkait lainnya untuk melacak keberadaan Zulfikar.

" Sudah tahunan memang kasus itu bergulir. Namun,Tim Tabur gabungan Kejati Sumut dan Kejari Asahan masih berupaya melakukan pencarian Zulfikar," ujar Zulham Dams pada dailysatu Jumat (26/2) sekira pukul 10:41 Wib melalui saluran aplikasi WhatsApp nya.

Pokoknya,kata, Zulham Dams, pihaknya tetap berupaya untuk segera menangkap buronan kasus korupsi tersebut. "Dalam melakukan pencarian,kami juga melakukan kordinasi dengan Dukcapil dan pihak kepolisian untuk melacak keberadaan DPO tersebut," ungkap Kasi Intel.

BERI TANGGAPAN

Belum ditemukannya DPO kasus korupsi dana BOS yang ditangani Kejari Asahan yang sudah tahunan itiu, mendapat sorotan dari praktisi hukum Asahan,Solahuddin Marpaung SH.

Kepada Dailysatu.com Solahudin mengaku kalau lembaga Adyaksa Asahan terkesan lemah dan diduga tidak bekerja. Pasalnya, sudah tahunan Zulfikar. kabur,hingga kini belum ditemukan.

"Apa gunanya ada" Tim Tabur "yang dibentuk Kejaksaan RI, yang tugasnya mencari buronan. Namun hingga kini,seorang mantan kepsek aja tidak dapat ditangkap juga," tegas Solahudin Marpaung kepada Dailysatucom, Jumat (26/2) di Kisaran.

Mantan aktivis hukum ini juga meminta pada Kejari Asahan,agar kasus ini harus menjadi  prioritas dah fokus dari Kejari, pasalnya kerugian negara mencapai Rp 900 juta.

"Jangan main main dengan kasus itu. Sebab,itu kasus anggaran kerugian negaranya mencapai Rp.900 juta. Jadi,saya harap Kepala Kejaksaan Negeri Kisaran, supaya fokus bekerja menangkap pelaku Zulfikar," ujar Solahuddin Marpaung.

"Menangkap buronan kasus korupsi yang merupakan mantan Kepsek saja, Kejari Asahan tidak mampu. Konon lagi mau menangkap buronan kelas kakap, maulah tidak sanggup," tambah Solahudin lagi (Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini