Perantara Jual Beli Sabu Seberat 2 Kg, Hamdani Divonis 11 Tahun Penjara

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Jadi perantara jual beli sabu seberat 2 kg terdakwa Mohd Hamdani alias Am dijatuhi hukuman selama 11 tahun penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Syafril Batubara, SH, MH saat dipersidangan yang digelar di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/2/2020).

"Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Mohd Hamdani selama 11 tahun penjara," ucap ketua Majelis Hakim.

Selain itu, dalam putusan yang dibacakan Majelis Hakim menyebutkan terdakwa didenda sebesar Rp 1 miliar dan subsider 3 bulan penjara.

Mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aisyah Setiawati, SH dan Sri Hartati, SH bahwa sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2020 saksi Marisi Panggabean, saksi Albert Duvri Tarigan dan saksi Andrian Eka Syahputra (Petugas Kepolisian Dit Res Narkoba Polda Sumut) mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada seorang laki-laki yang membawa dan menjadi perantara jual beli Narkotika Jenis Shabu dengan mengendarai mobil Toyota Avanza melintas dari Provinsi Aceh menuju kota Medan. 

Namun pada saat akan berangkat menuju perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Aceh, saksi-saksi mendapat informasi lainnya bahwa terdakwa Mohd Hamdani alias Am ada membawa dan menjadi perantara jual beli Narkotika Jenis Shabu dengan mengendarai mobil Toyota Avanza tersebut sudah berada di sekitar Jalan Musholla Lingkungan X, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Sehingga saksi-saksi langsung bergerak menuju tempat dimaksud untuk melakukan penyelidikan serta pemantauan. Kemudian saksi-saksi melihat terdakwa Mohd Hamdani sedang diteras depan sebuah rumah milik warga tepatnya di Jalan Musholla Lingkungan X Kel. Lalang Kec. Medan Sunggal Kota Medan Provinsi Sumatera Utara sambil menelpon menggunakan handphone.

Dan saksi-saksi juga melihat 1 unit mobil Toyota Avanza BK 1851 IX warna silver metalik dengan pintu serta kaca jendelanya dalam keadaan terkunci dan tertutup rapat yang posisi terparkir dipinggir jalan tepatnya didepan rumah tersebut. Selanjutnya saksi-saksi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Mohd. Hamdani yang sedang sedang menelpon menggunakan handphone didepan sebuah rumah milik warga. 

Kemudian saksi-saksi menginterogasi serta membawa terdakwa Mohd Hamdani menuju parkir mobil Toyota Avanza BK 1851 IX tersebut, lalu terdakwa Mohd Hamdani mengakui bahwa kunci kontak mobil Avanza berada dalam kekuasaannya lalu saksi-saksi meminta kepada terdakwa Mohd Hamdani untuk segera membuka kunci pintu mobil Avanza dan terdakwa Mohd Hamdani langsung membuka kunci pintu mobil Avanza tersebut. 

Setelah kunci pintu mobil Avanza terbuka lalu saksi-saksi langsung melakukan pemeriksaan ke dalam kabin mobil, sehingga hasil pemeriksaan isi dalam mobil Avanza yang saksi-saksi lakukan tersebut ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik berlogo WS warna putih yang diduga berisi Narkotika Jenis Shabu dimana posisi atau letaknya dibawah kursi/jok pengemudi. 

Selanjutnya, saksi-saksi menyuruh terdakwa Mohd Hamdani untuk segera mengeluarkan barang bukti Narkotika Jenis Shabu yang diletakkan dibawah kursi/jok tersebut dan setelah 1 bungkus plastik berlogo WS warna Putih berhasil dikeluarkan oleh terdakwa Mohd Hamdani. Dan saksi-saksi mengeluarkan isi 1 bungkus plastik berlogo WS warna Putih dengan dihadapan terdakwa Mohd Hamdani tersebut sehingga diperlihatkan kepada terdakwa Mohd Hamdani bahwa isi dari plastik berlogo WS warna putih adalah 2 bungkus plastik transparan berisi Narkotika Jenis Shabu dengan berat brutto 2.089,8 gram (dua ribu delapan puluh sembilan koma delapan gram) dan berat netto 2.000 gram (dua ribu gram) yang dibungkus keliling menggunakan lakban warna hitam.

Selain barang bukti Narkotika Jenis Shabu tersebut, bahwa ada barang bukti lain yang saksi-saksi temukan dari kekuasaan terdakwa Mohd Hamdani berupa 1 unit mobil Toyota Avanza BK 1851 IX warna silver metalik dan 1 unit handphone android merk Oppo warna hitam.

Selanjutnya terdakwa Mohd Hamdani mengakui bahwa 2 unit handphone dengan berbeda merk serta jenisnya tersebut adalah miliknya sendiri sedangkan 1 unit mobil Toyota Avanza BK 1851 IX warna silver metalik adalah milik orang lain (familinya) yang dipinjamnya. 

Kemudian terdakwa Mohd Hamdani mengakui bahwa 1 bungkus plastik berlogo WS warna putih berisikan 2 bungkus plastik transparan berisi Narkotika Jenis Shabu diperolehnya dari Apak Am (panggilan sehari-hari) (dalam lidik) dan apabila terdakwa Mohd Hamdani berhasil menyerahkan 1 bungkus plastik berlogo WS warna putih berisikan 2 bungkus plastik transparan berisi Narkotika Jenis Shabu tersebut, maka terdakwa Mohd Hamdani akan memperoleh keuntungan/upah dari Apak Am berupa uang tunai sebesar Rp. 10 juta. 

Namun terdakwa Mohd Hamdani mengakui baru memperoleh keuntungan/upah dari Apak Am berupa uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) yang digunakannya sebagai biaya selama dalam perjalanan membawa Narkotika Jenis Shabu tersebut dari Provinsi Aceh menuju Kota Medan. Selanjutnya saksi-saksi membawa terdakwa Mohd Hamdani berikut barang bukti ke Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 114 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Sagala)

Share:
Komentar

Berita Terkini