Pemko Gunungsitoli Harapkan Polres Nias Tindaklanjuti Laporannya

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo

dailysatu.com - Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, berharap Polres Nias secepatnya mengusut dan menindaklanjuti laporan terkait persoalan Pasar Rakyat Idanoi.

Hal itu disampaikan Kadis Perdagrin Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua S.Sos, M.Ec.Dev, melalui press releasenya di laman wibeside Dinas Kominfo Gunungsitoli, Senin (8/2/2021).

Yurisman menjelaskan, persoalan Pasar Rakyat Idanoi ditenggarai aksi pemblokiran jalan menuju lokasi yang dilakukan sejumlah orang mengaku keluarga dari Sudina Larosa penghibah lahan.

Tidak sampai di situ, sejumlah orang tersebut juga menghalangi-halangi Pemerintah Kota Gunungsitoli saat akan mengoperasikan Pasar Rakyat Idanoi pada Maret 2020 Tahun lalu.

"Akibatnya, pengoperasian dan proses pembangunan akses jalan masuk menuju lokasi Pasar Rakyat Idanoi menjadi terkendala", ujar Yurisman.

Lebih jauh Yurisman menerangkan, Pasar Rakyat Idanoi dibangun diatas lahan seluas + 6.600 M2 di Desa Hilimbawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Dimana, lahan itu dihibahkan Sudiani Larosa kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli pada 7 Oktober 2016.

Namun, setelah proses pembangunan Pasar Rakayat Idanoi selesai dikerjakan  sejumlah orang datang mengkalim bahwa lahan tempat berdirinya bangunan Pasar Rakyat Idanoi milik mereka dengan menunjukan bukti sertifikat hak milik (SHM).

"Menyikapi persolan tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Bagian Hukum menyampaikan laporan ke Polres Nias pada 31 Maret 2020. Langkah itu diambil, untuk mendapatkan perlindungan dan kepastian atas kepemilikan lahan", kata Yurisman.

Menurutnya, hingga kini Polres Nias masih terus melakukan penyelidikan/penyidikan atas laporan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

"Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap, agar Polres Nias secepatnya memproses serta mengusut laporan terkait persoalan Pasar Rakyat Idanoi. Sehingga pemerintah mendapat kepastian hukum", tandas Yurisman. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini